Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG bocah, 10, ditemukan tewas setelah tenggelam di suatu galian bekas tambang di Maros, Sulawesi Selatan. Sebelum tenggelam. korban bersama empat temannya datang ke kubangan bekas galian yang tidak jauh dari permukiman warga untuk berenang.
Video amatir menampilkan proses pencarian seorang bocah laki-laki berumur 10 tahun yang tenggelam di galian bekas tambang sedalam 5 meter. Lokasi tepatnya di Dusun Bontoramba, Desa Bonto Mate'ne, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Dalam video yang viral di media sosial itu terlihat sejumlah warga setempat turun ke bekas galian melakukan penyisiran. Sebagian juga melakukan penyelaman dengan cara manual.
Baca juga: Sulsel Surplus Beras, Jokowi Minta Disalurkan ke Wilayah Lain
Setelah menyisir bekas galian selama beberapa jam, bocah nahas ini ditemukan warga dalam kondisi meninggal dunia. Salah seorang warga, Teguh Pratama, mengatakan korban bersama empat rekannya pergi ke lokasi bekas galian untuk mandi. Hanya, korban tidak bisa berenang hingga tenggelam.
Setelah ditemukan warga, korban sempat mendapatkan pertolongan pertama dengan pemijatan di area dada. Namun nahas nyawa korban tak dapat lagi diselamatkan.
Baca juga: Wanita di Konawe Selatan Dimangsa Buaya
Jasad korban tenggelam langsung dilarikan ke rumah sakit untuk dibersihkan dan dikembalikan ke keluarga. Kasus bocah tenggelam kini dalam penanganan pihak Kepolisian Mandai. (Z-2)
Pemerintah telah membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin untuk memberikan pendampingan kepada keluarga.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI mendesak Kemenhub melakukan audit soal insiden hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT di wilayah Maros
Pesawat ATR 42-500 yang berangkat dari Bandara Adisutjipto ke Makassar dipastikan telah melalui seluruh prosedur penerbangan sesuai standar bandara.
terkait proses pencarian pesawat ATR 42-500 di wilayah Maros, pemerintah membuka Crisis Center di Bandar Udara (Bandara) Sultan Hasanuddin Makassar
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan hingga Minggu (18/1), proses pencarian pesawat ATR 42-500 di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, terus dilakukan secara intensif.
PESAWAT ATR 42 rute Yogyakarta–Makassar hilang kontak di Gunung Maros. Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi
TIM SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua berjenis kelamin perempuan, dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di lereng Gunung Bulusaraung namun belum dievakuasi
KNKT menyampaikan bahwa pesawat ATR 42 pecah berhamburan akibat menabrak lereng gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Sakti juga menyampaikan rasa keprihatinannya atas insiden pesawat ATR 42-500 dengan kode registrasi PK-THT yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan tersebut.
ATR adalah singkatan dari Avions de Transport Régional (Prancis) atau Aerei da Trasporto Regionale (Italia).
Jumlah penumpang on board (POB) sebanyak 11 orang, delapan kru pesawat dan tiga orang penumpang. Saat ini tim SAR Gabungan telah mengerahkan personel, mobil truk, drone dan rescue car satu tim.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved