Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH bangunan di beberapa desa di Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali dilaporkan mengalami kerusakan akibat terdampak gempa 4,6, Kamis (14/12) pagi. Aparatur kecamatan dan desa setempat yang terdampak masih melakukan pendataan di lapangan.
Di Desa Cipeuteuy misalnya, dampak gempa mengakibatkan sejumlah rumah mengalami kerusakan. Pemerintah desa setempat sudah menginstruksikan para ketua RT maupun kepala kedusunan mendata secara detail dampak gempa terhadap kerusakan.
"Untuk rumah, sekarang masih didata oleh para RT dan kadus (kepala dusun)," kata Kepala Desa Cipeuteuy, Purnama Wijaya, Kamis (14/12).
Baca juga: Terjadi 55 Gempa Sejak 6 Desember di Sukabumi, BMKG: Waspada Tapi Jangan Panik!
Purnama menuturkan getaran gempa dirasakan cukup besar di wilayahnya. Di Desa Cipeuteuy terdapat enam kedusunan.
"Yang terdampak gempa semua kedusunan. Ada enam kedusunan di Desa Cipeuteuy," ujarnya.
Selain rumah warga, kata Purnama, terdapat juga fasilitas pendidikan berupa bangunan SDN Pandan Arum yang terdampak gempa. Bahkan ada dua orang siswa SDN setempat nyaris tertimpa plafon bangunan kelas.
"Ada siswi kelas 4 dan kelas 6 yang hampir tertimpa plafon yang ambruk saat gempa. Kalau korban jiwa tidak ada," pungkasnya.
Baca juga: Gempa Sukabumi Rusak 68 Rumah Warga
Dalam kurun sepekan terakhir, di wilayah itu terus terjadi getaran pascagempa bermagnitudo 4,0 pada Jumat (8/12) dinihari. Pada gempa saat itu terdampak lima desa di Kecamatan Kabandungan yang terdampak yakni Desa Cipeuteuy, Desa Kabandungan, Desa Cihamerang, Desa Mekarjaya, dan Desa Tugu Bandung.
Akibat kejadian itu, sebanyak 186 unit bangunan rumah warga di lima desa itu mengalami kerusakan. Rinciannya, 2 unit rumah rusak berat, 40 unit rusak sedang, dan 144 unit rusak ringan.
Data BMKG, sejak Rabu (6/12) hingga Kamis (14/12) terjadi sebanyak 50 kali gempa bumi di lokasi yang berdekatan. Pada Kamis (14/12), gempa bumi tektonik 4,6 sekitar pukul 06.35 WIB berpusat pada koordinat 6.76 LS dan 106.53 BT atau berlokasi di darat pada jarak 25 kilometer Barat Laut Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 5 kilometer.
Komandan Kodim 0622 Sukabumi, Letkol Anjar Ari Wibowo, mengaku langsung ke lokasi di Kecamatan Kabandungan untuk memonitoring dampak gempa magnitudo 4,6. Dia menuturkan ada lima desa yang terdampak gempa.
"Lebih kurang ada 76 unit bangunan yang mengalami kerusakan, baik ringan maupun sedang. Termasuk bangunan SD di Desa Cipeuteuy," kata Anjar kepada wartawan di sela monitoring di SDN Pandan Arum Desa Cipeuteuy, Kamis, (14/12).
Anjar menuturkan pascagempa magnitudo 4,6 pada pukul 06.35 WIB, hingga pukul 12.00 WIB setidaknya ada 9 kali gempa susulan yang dirasakan. Kisaran gempa susulan magnitudo-nya antara 2,2 hingga 2,4.
"Alhamdulillah, hasil asesmen tidak ada korban jiwa. Tadi dilaporkan ada dua anak sekolah yang hampir menjadi korban. Saat terjadi gempa, kedua anak tersebut sedang berada di dalam kelas. Hampir tertimpa asbes yang ada di ruang kelas. Kami sudah cek, alhamdulillah kondisiya baik. Hanya mengalami syok," pungkasnya.
(Z-9)
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Sektor bangunan gedung memegang peranan krusial dalam mitigasi perubahan iklim di Indonesia.
Bangunan berperan besar dalam isu perubahan iklim, dengan kontribusi hampir 40% terhadap emisi karbon global.
PU Bangun secara aklamasi menetapkan Suko Widigdo sebagai Ketua Umum PU Bangun periode 2025-2028 menggantikan Mursyid.
Petugas mendapatkan informasi kebakaran dari masyarakat sekitar pukul 02.13 WIB dan langsung mengirimkan personel ke lokasi kejadian.
Pemerintah juga akan melakukan audit keuangan pesantren calon penerima bantuan. Menurut Muhaimin, dana segar tidak akan diberikan kepada pesantren yang mampu merenovasi gedung.
Sektor bangunan di Indonesia, saat ini, menyumbang 33% emisi gas rumah kaca, dengan penggunaan pendingin sebagai salah satu penyumbang terbesar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved