Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN wilayah di DI Yogyakarta (DIY) sudah ada yang diguyur hujan. Berbagai pihak pun diimbau untuk bersiap memasuki musim pancaroba, peralihan musim kemarau ke musim penghujan. Persiapan akan potensi bencana alam yang di pancaroba dan musim hujan sudah mulai dilakukan oleh BPBD Yogyakarta.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD DIY, Lilik Andi Aryanto menyampaikan, musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga awal November 2023.
"Ancaman yang perlu diwaspadai pada masuknya musim penghujan, antara lain angin kencang, banjir, dan tanah longsor," terang dia, Kamis (19/10).
Baca juga: Kemendes PDTT Mendukung Reformasi Kalurahan Provinsi DIY
Para pemilik dan pengelola baliho dan papan reklame diimbau memeriksa struktur bangunannya. Selain itu, pohon-pohon juga diperiksa kekuatannya agar tidak tumbang saat musim penghujan. Pada tahun lalu, pohon, baliho, dan reklame juga ada yang roboh.
"Apalagi masa kampanye, banyak yang memasang baliho baik yang permanen atau bambu. Saat memasang, diperhatikan kekuatannya agar saat ada angin kencang baliho itu aman," pesan Lilik.
Baca juga: 92 Kalurahan di DIY Alami Kekeringan
Berdasarkan BMKG, musim penghujan diprediksi akan berlangsung pada November 2023 dan puncaknya terjadi pada Februari 2024.
Selain baliho, reklame, dan pohon, pemerintah daerah dan masyarakat diminta memeriksa saluran irigasi yang tersumbat. Pasalnya, penyumbatan saluran irigasi bisa mengakibatkan bencana banjir saat musim penghujan.
Ia menyampaikan, pemetaan daerah rawan bencana telah dilakukan. Pihaknya juga mewanti-wangi agar dampak dari hujan lebat dan angin kencang bisa diwaspadai oleh semua pihak.
(Z-9)
Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
Kementerian Pertanian mulai bergerak memulihkan ribuan hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat (Sumbar).
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
Anak-anak hingga dewasa rentan menderita sakit lantaran pada musim pancaroba terjadi perubahan cuaca yang terlalu ekstrem.
WILAYAH Indonesia saat ini memasuki pancaroba atau pola peralihan dari musim hujan ke fase awal musim kemarau. Sehingga jangan heran jika hujan masih mengguyur sejumlah daerah.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi peralihan musim hujan ke musim kemarau.
Untuk menghindari risiko penyakit pernapasan karena polusi, sebelum keluar rumah masyarakat bisa mengecek kualitas udara dari sosial media atau aplikasi terkait.
BMKG menyatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki masa pancaroba, yaitu transisi dari musim hujan menuju musim kemarau
Melindungi Si Kecil dari paparan penyakit dapat dilakukan dengan menggunakan masker di sekolah, tempat umum, dan tempat ramai lainnya (untuk anak berusia lebih dari 2 tahun).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved