Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDIRI Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB), H Ayep Zaki, secara konsisten terus membuktikan komitmennya dalam membangun ekosistem pertanian. Hal itu dilakukan secara rutin ke berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
"Kedatangan saya di Desa Damarraja ini adalah untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi dengan warga untuk kemajuan ekonomi dan pertanian di Sukabumi," ujar Ayep Zaki saat bertandang ke Desa Damarraja, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Minggu (8/10). Ia bertemu dengan para kepala desa sekecamatan Warungkiara, dan tokoh masyarakat yang bertempat di aula Desa Damarraja.
Silaturahmi dengan para tokoh dan masyarakat di Desa Damarraja tersebut bertujuan untuk menyampaikan program pembangunan ekosistem dalam bidang pertanian, UKM, pendidikan, dan kesehatan yang sedang dan akan dijalankan Ayep Zaki.
Ia mengatakan akan fokus selama 10 tahun ke depan membangun Sukabumi, salah satunya Kecamatan Warungkiara dengan target Sukabumi akan menjadi nomor 1 di Indonesia
"Dengan pengalaman yang saya miliki selama belasan tahun terjun dalam pembangunan ekosistem pertanian, saya yakin Sukabumi khususnya Warungkiara akan menjadi wilayah yang paling maju dalam segi apapun," tegasnya.
Itu sebabnya ia berharap masyarakat Sukabumi dapat memilih pemimpin yang amanah dan jujur, serta dapat mengembangkan wilayah di berbagai sektor untuk kemajuan bersama. (RO/O-2)
Ayep turut mengajak generasi muda dari seluruh cabang olahraga untuk menjadikan Perssi sebagai inspirasi.
KOTA Sukabumi meraih peringkat ketiga terbaik Realisasi Belanda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 sebesar 70,08%.
Direktur Lembaga Wakaf Doa Bangsa (LWDB) Tus Wahid dalam menanggapi kiprah Ayep Zaki mengemukakan konsep Kota Sukabumi Menuju Kota Wakaf lahir dari pandangan visioner.
ANGGOTA DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rachmat Gobel, melakukan kunjungan kerja ke Kota Sukabumi pada Senin, (15/9) dan diterima oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki.
WALI Kota Sukabumi Ayep Zaki mengungkapkan duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang anak berusia tiga tahun bernama Raya.
WALI Kota Sukabumi Ayep Zaki, menghadiri Rapat Sosialisasi dan Koordinasi Pengusulan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2026.
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved