Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
TRADISI yang dilaksanakan setiap Jumat Kliwon 70 hari sekali di dusun Pagerotan, Desa Pagerejo, Kecamatan Kertek Wonosobo disebut Tenongan Nyadran/ruwat Laku Sikramat. Dalam ritual ini, seluruh warga bersama-sama melakukan nyadran di makam Sikramat yaitu makam tokoh pendiri Pagerotan yakni Sunan Puger dengan membawa tenong yang berisi nasi golong dengan lauk pauk khas untuk dinikmati bersama-sama sebagai wujud syukur dan kerukunan seluruh warga.
Pada agenda tenongan Jumat (6/10) dirasakan warga semakin istimewa karena juga dihadiri perwakilan dari keturunan (trah) Hamengku Buwono (HB) II Kraton Yogyakarta. Trah HB II yang tergabung dalam Vasiatii Socaning Lokika Foundation diwakili Raden Mas Kukuh Hertriasning (Gusti Aning). Hadir juga dalam acara ini Kepala Disparbud Wonosobo Agus Wibowo, Camat Kertek, Kepala Dusun Pagerotan, Ketua Vasiatii Socaning Lokika Foundation Fajar Bagoes Poetranto dan berbagai kalangan termasuk wisatawan.
Gusti Aning menyebut agenda tradisi ruwat laku Sikramat di Pagerotan yang peringati cikal bakal dari tempat kelahiran Sultan HB II sangat istimewa dan telah dilestarikan sejak lama. "Di sini tradisi masih terawat dan diharapkan bisa menjadi destinasi wisata berbasis budaya dan religi. Harapan kami ke depan dari Pemkab Wonosobo, juga dari Desa dan Kecamatan bisa terus kembangkan destinasi tersebut mengingat desa ini menjadi tempat kelahiran raja Jawa yang besar," tuturnya.
Selama setahun lebih, jelas Gusti Aning, pihaknya bersama panitia pengusulan gelar pahlawan untuk HB II sudah mengumpulkan data. Desa Pagerejo menjadi tempat penting dalam penyusudan kronologi tersebut. "Pada saat perjanjian Giyanti 1755 dan Kemungkinan Raden Sundoro baru berusia lima tahun ikut boyongan dan jejaknya masih dicari apakah sejak saat itu diboyong dari sini. Juga melihat peristiwa Geger Sepehi (1812) untuk usulan pada pemerintah pusat terkait jejak ini," tuturnya. (RO/R-2)
Tradisi munggahan merupakan strategi sosial untuk memperkuat solidaritas, memperbarui relasi, dan menjaga identitas budaya.
Tradisi ini merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada leluhur, dan dewa-dewa yang disembah serta sebagai simbol penyucian sebelum memasuki Tahun Baru Imlek.
Dalam tradisi Tiongkok kuno, feng shui berkembang sebagai sistem penataan ruang berbasis pengelolaan energi (qi) untuk menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan kekuasaan.
para pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah diberikan wadah untuk menampilkan karya tari yang memadukan musik modern dengan nilai-nilai budaya Indonesia.
Selain kemandirian finansial, standar sosial di Indonesia juga turut memperberat pertimbangan generasi muda untuk menikah.
Tradisi tabayyun di kalangan ulama dan warga NU telah lama familiar dan mengakar.
Sri Sultan HB X pun mengatakan, regenerasi pemerintahan di Keraton Yogyakarta bisa dipimpin oleh perempuan.
GUNUNGAN Bromo Hajad Dalem Garebeg Mulud Dal 1959, Jumat (5/9) menandai prosesi yang istimewa dibanding peringatan pada tahun-tahun sebelumnya.
Upacara adat Keraton Yogyakarta itu digelar untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW setiap bulan Rabiul Awal.
RUU tentang MD3 atau RUU tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD masuk dalam usulan RUU Prolegnas Prioritas 2025 untuk memperkuat kapasitas DPD.
PIHAK Keraton Yogyakarta tengah merancang agar wisatawan bisa lebih mengeksplorasi pengalaman di Keraton Yogyakarta secara lebih mendalam (deep experience).
Grebeg Sawal 1 Sawal 1957 (Jawa) yang diselenggarakan bertepatan dengan hari Kamis Pon (11/4) ini tidak ada lagi rayahan atau rebutan gunungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved