Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus menggaungkan penggunaan pupuk organik. Melalui Program Gerakan Tani Pro Organik (Genta Organik).
Melalui program genta organik, mendorong petani melakukan pemupukan berimbang, dengan menggunakan pestisida nabati serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan kunci meningkatkan produksi pertanian dengan memelihara kesuburan tanah. Kesuburan tanah dapat terpelihara secara berkelanjutan dengan menggunakan pupuk organik.
Baca juga: Polbangtan Bimbing Milenial Jadi Wirausaha Pertanian di Subang, Jabar
"Kita berharap produksi kita akan meningkat jauh bahkan melonjak dari sebelumnya. Caranya satu, perbaiki pupuk kita sekarang jangan pakai pupuk kimia saja, tetapi lebih banyak pupuk organik," katanya.
Kendati demikian, Mentan menekankan bahwa penggunaan pupuk kimia masih ditoleransi asalkan tidak berlebihan.
"Kalau mau pakai pupuk kimia tidak perlu banyak, sehingga efek sampingnya bisa kita kurangi. Disisi lain cost produksi dapat ditekan dan keuntungan petani bisa meningkat, di sinilah Genta Organik berperan," ujar Mentan dalam keterangan pers, Rabu (4/10(.
Menurut Mentan, petani dan lahan pertanian menunggu langkah-langkah perbaikan, agar mampu menyelamatkan pertanian Indonesia.
Maksimalkan Penggunaan Pestisida Nabati
Secara terpisah Dedi Nursyamsi selaku Kepala BPPSDMP, mengatakan genta organik memaksimalkan pestisida nabati, pembenah tanah, pupuk organik sesuai kebutuhan tanaman dengan pemupukan berimbang.
Baca juga: Kementan Harapkan Petani Serdang Bedagai Sosialisasi Kesuksesan CSA di Sumut
"Kalau kita tidak bijak dalam pemanfaatan pupuk kimia, agrokimia, pestisida maka tanah dan air kita akan menangis. Cara bijak yang dilakukan dapat melalui genta organik yang dapat menyelamatkan bumi," ujar Dedi.
Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah BPPSDMP Kementan, Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru turut bergerak melakukan pengawalan dan pendampingan genta organik, salah satunya melalui pendampingan kegiatan Sekolah Lapang [SL] Genta Organik.
Pendampingan dilakukan di salah satu wilayah koordinasi SMK-PPN Banjarbaru yang berada di Provinsi Kalimantan Tengah. Salah satu bentuk pengawalan dan pendampingan tersebut dilakukan melalui kegiatan Farmer Field Day (FFD) yang digelar di Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, baru-baru ini.
Koordinator BPP Gunung Bintang Awai, Rapnianto menyampaikan terima kasihnya kepada Kementerian Pertanian dan Dinas terkait atas dukungan dan terlaksananya Sekolah Lapangan (SL) ini.
Baca juga: Pertanian Cerdas Lingkungan Pertemukan Petani dengan Penyuluh dan Peneliti
"Dengan SL ini, petani dan penyuluh kami mendapat tambahan pengetahuan, sehingga dapat menekan biaya produksi. Pada kesempatan ini juga akan dilaksanakan panen perdana pada periode Asep (April-September) dimana petani di sini sebelumnya hanya menanam pada periode Okmar (Oktober-Maret). Harapan nantinya, dengan genta organik ini, petani bisa menyepakati peningkatan periode tanam yang semula IP1 menjadi IP2," jelas Rapnianto.
Mewakili Kepala SMK-PPN Banjarbaru, Slamet Riadi menerangkan kegiatan SL Genta Organik ini dihadirkan sebagai salah satu solusi dari permasalahan kelangkaan pupuk akibat dampak dari beberapa kondisi yang terjadi secara global.
Sekolah Lapamgan Genta Solusi Hadapi Mahalnya Pupuk
"Kegiatan SL Genta Organik ini dihadirkan sebagai salah satu solusi dari permasalahan langka dan mahalnya pupuk sebagai akibat dan dampak dari beberapa kondisi yang terjadi secara global," kata Slamet Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Industri.
"Selain itu, dikesempatan ini juga kami menyarankan untuk mengoptimalkan lahan dengan cara menanami pada areal pematang sawah tanaman yang bernilai ekonomi namun tahan kekeringan, seperti pisang, keladi dll. Selain hasilnya bisa dijual dalam bentuk mentah, juga dapat diolah menjadi makanan yang mempunyai nilai tambah," tambahnya.
Kegiatan FFD ini dihadiri 50 orang peserta yang terdiri dari Petani dan Penyuluh. Selain itu, turut hadir pula Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kab. Barsel, Kabid. Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah, dan Koordinator BPP Gunung Bintang Awai. (RO/S-4)
Salah satu media daring yang berfokus pada pemberitaan agribisnis, yakni Panen News merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan ribuan inovator dari dalam dan luar negeri untuk mendorong transformasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
PENYALURAN pupuk bersubsidi dan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) hingga perbaikan sistem irigasi, dianggap menjadi fondasi penting dalam transisi pertanian.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved