Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI Oktober, harga beras di berbagai pasar tradisional di Pantura Jawa Tengah masih tinggi. Baik beras kelas bawah hingga premium, harga masih di atas harga eceran tertinggi (HET).
Berbagai operasi pasar telah digelar berbagai pemerintah daerah seperti Semarang, Demak, Grobogan, Kudus, Kendal dan Pekalongan, untuk menekan harga.
"Bersama Bulog kita terus gencarkan operasi pasar dan salurkan bantuan beras untuk 52 ribu lebih keluarga penerima manfaat serta gelar pasar murah untuk menekan harga beras dan inflasi," ujar Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Selasa (3/10).
Baca juga: Operasi Pasar belum Efektif
Hal serupa juga diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Demak Iskandar Zulkarnain bahwa untuk menekan harga beras bersama Bulog terus menggelar operasi pasar, sehingga diharapkan segera dapat stabil. "Kami sudah berkoordinasi Bulog untuk memastikan bahwa ketersediaan beras cukup untuk memenuhi warga," tambahnya.
Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki pada kegiatan operasi pasar beras di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang mengatakan operasi pasar merupakan salah satu solusi untuk menekan harga kebutuhan pokok dan juga sekaligus cara untuk menjaga agar tidak mengalami inflasi.
Baca juga: Operasi Pasar belum Bisa Menjamin Harga Beras Turun
Sementara itu Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Dadang Hardiwan mengungkapkan kenaikan harga beras hingga gula pasir menjadi komoditas penyumbang utama inflasi di Jawa Tengah pada September hingga mencapai 0,41 persen atau lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional 0,19 persen.
"Kenaikan harga beras menjadi andil terbesar terjadinya inflasi yakni mencapai 0,34 persen, disusul bensin dengan andil sebesar 0,08 persen, angkutan udara memberikan andil 0,04 persen dan biaya pulsa ponsel serta gula pasir yang memberikan andil masing-masing sebesar 0,01 persen," kata Dadang Hardiwan. (Z-6)
Dari hasil pemantauan di pasar, harga masih relatif stabil dan terjangkau
Pasar Murah Artha Graha Peduli (AGP) 2025 masih terus dirasakan manfaat nyatanya oleh masyarakat.
Pasokan pangan di Kabupaten Kulon Progo berada dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), meskipun terdapat kenaikan pada harga cabai dan bawang merah.
Periode libur akhir tahun kerap disertai kenaikan permintaan dan potensi gejolak harga kebutuhan pokok, sehingga upaya stabilisasi perlu dilakukan lebih awal.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
Harga cabai, terutama jenis rawit di Pasar Rejosari meningkat dua kali lipat dibanding sebelum Desember, yakni dari tadinya Rp50 ribu, melonjak menjadi Rp80 ribu.
Pemprov DKI mengalokasikan Rp6,4 triliun untuk subsidi transportasi, air, dan pangan pada 2025 demi menjaga daya beli warga.
Lonjakan harga emas dunia yang menembus level psikologis USD 4.700 per troy ons dipicu oleh pernyataan kontroversial Presiden AS Donald Trump.
Pemprov Jateng juga mengandalkan sistem pemantauan harga harian di pasar-pasar tradisional untuk mendeteksi potensi kenaikan harga sejak dini.
Beberapa komoditas pangan seperti cabai dan sayur justru mengalami penurunan harga dalam beberapa waktu terakhir.
Kemendagri menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan sebagai kebutuhan pokok masyarakat menjelang bulan puasa Ramadan.
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved