Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI Oktober, harga beras di berbagai pasar tradisional di Pantura Jawa Tengah masih tinggi. Baik beras kelas bawah hingga premium, harga masih di atas harga eceran tertinggi (HET).
Berbagai operasi pasar telah digelar berbagai pemerintah daerah seperti Semarang, Demak, Grobogan, Kudus, Kendal dan Pekalongan, untuk menekan harga.
"Bersama Bulog kita terus gencarkan operasi pasar dan salurkan bantuan beras untuk 52 ribu lebih keluarga penerima manfaat serta gelar pasar murah untuk menekan harga beras dan inflasi," ujar Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Selasa (3/10).
Baca juga: Operasi Pasar belum Efektif
Hal serupa juga diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Demak Iskandar Zulkarnain bahwa untuk menekan harga beras bersama Bulog terus menggelar operasi pasar, sehingga diharapkan segera dapat stabil. "Kami sudah berkoordinasi Bulog untuk memastikan bahwa ketersediaan beras cukup untuk memenuhi warga," tambahnya.
Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki pada kegiatan operasi pasar beras di Jalan Veteran Batang, Kabupaten Batang mengatakan operasi pasar merupakan salah satu solusi untuk menekan harga kebutuhan pokok dan juga sekaligus cara untuk menjaga agar tidak mengalami inflasi.
Baca juga: Operasi Pasar belum Bisa Menjamin Harga Beras Turun
Sementara itu Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Dadang Hardiwan mengungkapkan kenaikan harga beras hingga gula pasir menjadi komoditas penyumbang utama inflasi di Jawa Tengah pada September hingga mencapai 0,41 persen atau lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional 0,19 persen.
"Kenaikan harga beras menjadi andil terbesar terjadinya inflasi yakni mencapai 0,34 persen, disusul bensin dengan andil sebesar 0,08 persen, angkutan udara memberikan andil 0,04 persen dan biaya pulsa ponsel serta gula pasir yang memberikan andil masing-masing sebesar 0,01 persen," kata Dadang Hardiwan. (Z-6)
Sejumlah pedagang mengaku kenaikan itu terjadi akibat pasokan dari luar daerah berkurang karena cuaca ekstrem
Dari hasil pemantauan di pasar, harga masih relatif stabil dan terjangkau
Pasar Murah Artha Graha Peduli (AGP) 2025 masih terus dirasakan manfaat nyatanya oleh masyarakat.
Pasokan pangan di Kabupaten Kulon Progo berada dalam kondisi aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), meskipun terdapat kenaikan pada harga cabai dan bawang merah.
Periode libur akhir tahun kerap disertai kenaikan permintaan dan potensi gejolak harga kebutuhan pokok, sehingga upaya stabilisasi perlu dilakukan lebih awal.
Pemkot Batam menambah pasokan cabai dari Lombok, dan petani lokal diperkirakan memasuki masa panen pada Desember.
Wakil Pemimpin Perum Bulog Kanca Banyumas, Muhammad Haekal, mengingatkan para pengecer agar mematuhi ketentuan harga sesuai regulasi yang berlaku.
Daging ayam potong dari Rp37 ribu menjadi Rp40 ribu per kg, telur ayam ras menjadi Rp32 ribu per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, cabai merah menjadi Rp70 ribu per kg.
Berdasarkan pemantauan, harga cabai rawit merah tertinggi tercatat Rp90 ribu per kilogram, dan pada pemantauan terakhir berada di kisaran Rp80 ribu per kilogram.
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Kenaikan harga cabai rawit yang menembus harga eceran tertinggi menjadi penyumbang terbesar kenaikan indeks harga pangan daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved