Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Republik Indonesia, Joko Widodo, menyerahkan SK (Surat Keputusan) Hutan Adat Aceh, kepada delapan Masyarakat Hukum Adat (MHA). SK tersebut diterima oleh delapan Imum Mukim (pimpinan adat perkumpulan beberapa desa) dari Kabupaten Pidie, Kabupaten Bireuen dan Aceh Jaya.
Penyerahan SK yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) itu berlangsung pada puncak acara Festival LIKE 2023, di Arena Stadion, Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin Senin (18/9).
Dari Aceh hadir pada acara nasional itu antara lain Rektor USK (Universitas Syi'ah Kuala) Aceh, Marwan, Ketua Pusat Riset Hukum, Islam dan Adat (PR-HIA) USK Azhari, lalu Dewan Pakar Pusat Riset/Tenaga Ahli Menteri ATR Adli Abdullah, Sekretaris PR-HIA Teuku Muttaqin Mansur, sekaligus Ketua Tim Peneliti Hutan Adat USK/anggota tim terpadu (Timdu) verifikasi teknis hutan adat.
Baca juga: 8 Kawasan Hutan Adat Mukim Aceh Resmi Diakui Negara
Rektor USK, Marwan, mengaku sangat gembira kehadiran mereka atas undangan Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Hendroyono. Para tamu yang hadir itu merasa bersemangat menyaksikan detik-detik penyerahan SK tersebut oleh Presiden Jokowi.
Apalagi ini sejarah penting perjuangan Masyarakat Hutan Adat (MHA) di Aceh untuk mendapatkan kepastian hak atas hutan adatnya secara formal.
Baca juga: Kasus Rempang, Pemerintah Diminta Perhatikan Prinsip Hukum Adat Suku Melayu
"Alhamdulillah, USK dapat berperan dalam membuka kotak Pandora sumbatan penetapan hutan adat yang dihadapi MHA selama lebih kurang tujuh tahun lamanya. Saya mengapresiasi semua pihak yang terlibat ikut mendorong penetapan hutan adat ini" Kata Rektor Marwan?
Dikatakannya, selain peran penting tim peneliti PR-HIA, cukup banyak peran para pendamping (Jaringan Komunitas Masyarakat Adat Aceh, Aceh Green Conservation), Pemerintah Aceh, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh serta peran DLHK masing-masing Kabupaten.
Lalu berkat bantuan pemerintah Kabupaten Pidie, Kabupaten Bireuen, dan Kabupaten Aceh Jaya, Majelis Adat Aceh Provinsi dan Majelis Adat Kabupaten, Imum Mukim, tokoh masyarakat. Tidak luput bantuan tokoh pemuda, tokoh adat, cerdik pandai di delapan MHA, insan pers dan lainnya.
Marwan juga mengapresiasi peran strategis Paduka Yang Mulia (PYM) Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al-Haythar dalam upaya percepatan penetapan hutan adat. Bahkan PYM Wali Nanggroe ikut merekomendasikan secara resmi ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) setelah menerima hasil kajian tim PR-HIA USK.
Selain menerima tim kajian dan tim KLHK untuk berdiskusi dengan Wali di Meuligoe, PYM Wali Nanggroe Aceh secara resmi juga mendukung penuh usulan penetapan hutan adat melalui surat nomor 291/206 tertanggal 21 Desember 2022 yang ditujukan kepada Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
"Kita sangat mengapresiasi peran Wali Nanggroe tersebut" kata Marwan.
Dikatakannya, pihaknya juga mengucapkan selamat secara langsung kepada delapan mukim yang telah menerima SK penetapan hutan adat dari Presiden Jokowi.
(Z-9)
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Meski Jokowi belum resmi menjadi kader, Raja Juli menyebut pernyataan mantan presiden itu sudah seperti ajakan terbuka kepada seluruh loyalisnya untuk bergabung.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved