Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENJABAT (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana berkomitmen untuk melanjutkan kinerja Pemprov Jateng dan Baznas Jateng yang sudah dilakukan. Sebab apa yang dilakukan selama ini sudah luar biasa, tinggal memaksimalkan kinerja di sejumlah daerah.
"Baznas Jateng ini berjalan sangat baik. Koordinasi dengan Pemprov dan Pemda juga sangat baik," kata Nana saat menerima kunjungan Ketua Baznas RI Noor Achmad di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat (8/9).
Penerimaan Baznas Jateng dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Misalnya pada total penerimaan Baznas Jateng sekitar Rp57,2 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp82,5 miliar pada 2022. Untuk tahun 2023 ini penerimaan Baznas Jateng sudah mencapai hampir Rp80 miliar dari target Rp100 miliar. Jumlah itu belum ditambah penerimaan dari 35 kabupaten/kota.
Baca juga: Dukung Kegiatan Baznas, Enesis Group Dapat Apresiasi dari Pemprov Jabar
"Baznas ini kan lebih dekat dengan masalah kemanusiaan. Kita akan maksimalkan juga untuk upaya penanganan kemiskinan di Jawa Tengah," kata Nana didampingi oleh Ketua Baznas Jateng Ahmad Daroji.
Ketua Baznas RI Noor Achmad mengatakan, apa yang sudah dilakukan oleh Baznas Jateng luar biasa. Bahkan menjadi nomor satu di Indonesia dinilai dari jumlah penarikan zakat. "Oleh karena itu, kita dorong bersama Bapak Pj Gubernur Jawa Tengah untuk bisa meningkatkan kenomorsatuan itu," imbuh Noor usai bertemu Nana Sudjana.
Program pentasyarufan Baznas Jateng juga berjalan baik bahkan menjadi percontohan di tingkat nasional. Di antaranya bagaimana penerima atau mustahiq yang menjadi prioritas berasal dari kelompok miskin atau miskin ekstrem. Baik berupa bantuan konsumtif maupun produktif.
Baca juga: Ketua Baznas RI Gagas Pembentukan Asosiasi Zakat ASEAN
"Kita dorong khususnya juga dalam rangka untuk membantu masyarakat dan khususnya lagi untuk penanganan kemiskinan ekstrem," ungkapnya.
Achmad menambahkan, potensi Baznas Jateng sangat besar. Untuk itu perlu ditingkatkan dan dimaksimalkan lagi mengingat masih ada beberapa kabupaten/kota yang penerimaan BAZNAS belum maksimal.
"Di Jawa Tengah ini kalau kita lihat potensinya lebih dari Rp20 triliun, seluruh Jawa Tengah. Tapi kita juga tidak boleh asal-asalan. Kita kaji betul mana yang paling mungkin terlebih dahulu," tutupnya. (RO/S-3)
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggelar prosesi penandatanganan Nota Kesepahaman.
Baznas terus menyalurkan bantuan bagi masyarakat Gaza, Palestina yang tengah menjalankan ibadah puasa di tengah krisis kemanusiaan. Bantuan tersebut berupa 1.314 paket hidangan berbuka.
AEON menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI sebagai bagian dari upaya mendukung proses pemulihan di Sumatra.
Baznas terus memperkuat kelompok petani binaan program Lumbung Pangan (LP) di berbagai daerah di Indonesia dalam mempersiapkan beras kualitas premium untuk kebutuhan Zakat Fitrah.
Nasaruddin Umar menegaskan zakat hanya boleh disalurkan kepada delapan asnaf sesuai syariat Islam dan UU Pengelolaan Zakat, serta membantah isu zakat digunakan untuk program MBG.
Badan Amil Zakat Nasional menetapkan nisab zakat penghasilan 2026 sebesar Rp7.640.144 per bulan atau Rp91,68 juta per tahun berdasarkan harga emas 14 karat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved