Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HASIL produktivitas sementara kegiatan Pertanian Cerdas Iklim/Climate Smart Agriculture (CSA) Program Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP) tahun 2023 di Provinsi Jawa Tengah mencapai 0,76 ton/ha Gabah Kering Panen (GKP. Yakni 6,79 ton/ha di lokasi non CSA menjadi 7,56 ton/ha di lokasi Demplot Scalling Up CSA.
Begitu pula rerata produktivitas di Kabupaten Purworejo meningkat 0,85 ton/ha GKP (6,89 ton/ha di lokasi non CSA menjadi 7,74 ton/ha di lokasi CSA. Hasil produktivitas sementara di lokasi Demplot Scaling Up, meningkat 1,23 ton/ha GKP (5,87 ton/ha di lokasi non CSA menjadi 7,10 ton/ha di lokasi CSA.
Capaian tersebut dikemukakan oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementan (Pusluhtan) Bustanul Arifin Caya pada kegiatan panen Temu Lapang Petani atau Farmer Field Day (FFD) pada Demplot Scalling Up teknologi CSA dari SIMURP di Desa Tegalrejo, Kecamatan Banyuurip, Purworejo, Jateng. Kegiatan FFD dihadiri oleh Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti dan Kepala DKPP Pemkab Purworejo, Hadi Sadsila.
Upaya Kementan bersama SIMURP sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa teknologi CSA berdampak positif bagi pembangunan pertanian, untuk meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman pangan serta pendapatan petani.
"SIMURP mengajarkan banyak hal kepada petani. Khususnya bagaimana melakukan pertanian pintar dalam menghadapi perubahan iklim. Termasuk bagaimana mengantisipasi iklim dan menangani penyakit tanaman, juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,” kata Mentan Syahrul dalam pernyataannya, Selasa (5/9).
baca juga:Penyuluh CSA Harus Aktif Sosialiskan Gerakan Tani Pro Organik
Di tempat terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyoroti dampak CSA, selain meningkatkan produktivitas, juga mampu menekan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).
"Kehadiran SIMURP, diharapkan mendorong petani penerima manfaat SIMURP meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian dengan mengedepankan penggunaan air yang efisien tanpa bergantung pada kondisi iklim," kata Dedi.
Kapusluh Kementan, Bustanul Arifin Caya menambahkan realisasi produktivitas Demplot CSA di Jateng diperkuat data produktivitas yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui perhitungan Kerangka Sample Area (KSA) pada 2020 hingga 2022 yang menunjukan kenaikan.
"Selain peningkatan produktivitas, pada lokasi SIMURP juga terjadi penurunan emisi Gas Rumah Kaca atau GRK sebesar 37% pada 17 kabupaten lokasi kegiatan SIMURP pada 2021, merujuk data Balai Pengujian Standar Instrumen Agroklimat dan Hidrologi Pertanian atau BPSI Pati," ujar Bustanul.
Bustanul menambahkan BPSI Agroklimat dan Hidrologi juga telah melakukan perhitungan penghematan pengunaan air dengan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) pada lokasi CSA dan non CSA di lahan sawah Kecamatan Patok Beusi di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.
"Lahan sawah di Kecamatan Patok Beusi, Subang terjadi penghematan pada dua lokasi pengujian yakni lokasi utara sebesar 21 persen dan selatan sebesar 12 persen dibadingkan dengan lokasi non CSA," katanya.
Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti mengakui pemerintah pusat dan daerah terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian. Salah satunya melalui SIMURP yakni modernisasi dan rehabilitasi jaringan irigasi yang mendesak dan penting.
"Kegiatan FFD merupakan wadah bersama untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan dan teknik terbaik bagi pertanian. Mari kita tetap semangat dan komitmen untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian. Mengadopsi teknologi baru serta menjaga kelestarian lingkungan demi generasi masa depan," ujarnya lagi.
Sementara Kepala DKPP Pemkab Purworejo, Hadi Sadsila menyoroti pelaksanaan Program SIMURP sejak 2020 yang telah berjalan baik, karena manfaatnya dirasakan langsung bagi petani dan masyarakat pedesaan.
“Hari ini kami coba melihat realiasi hasil SIMURP. Ini penting untuk disebarluaskan, karena kita membutuhkan sosialisasi dan bukti agar program ini terus dikembangkan di Purworejo. Harapannya ke depan sinergi pusat dengan daerah dapat terus berjalan,” tutur Hadi. (N-1)
Amran menilai, praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved