Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kecamatan Ile Bura Kabupaten Flores Timur NTT, sejak Jumat, (25/8) semakin meluas. Kobaran api melahap padang ilalang mencapai ratusan hektar lebih, mulai dari Desa Riang Kaha, Nurabelen, Desa Nobo hingga menjalar ke puncak Gunung Lewotobi.
Sejumlah sumber warga desa nobo menuturkan api diduga kuat berawal dari kebun salah seorang warga di Nurabelen. Dimana pada saat itu sedang ia sedang membersihkan kebunya Tumpukan daun kering itu dibakar dan tertiup angin dari arah pantai. Angin yang kencang membawa percikan api yang menyambar dan menyapu rumput ilalang di sekitar lokasi hingga meluas.
"Itu api awalnya, menurut cerita dari mulut ke mulut diduga kuat datang dari kebun salah seorang warga Nurabelen berinisial S. Dia membakar semak di dalam ladang kebun miliknya, karena ditiup angin api melebar hingga ke desa Nura Riang rita dan Desa Nobo," ucap Magdalena, Selasa( 29/8) warga setempat.
Baca juga: Kesulitan Air Bersih dan Karhutla Melanda Pantura Barat Jateng
Pelaksana Tugas (Plt) Kalak BPBD Flores Timur, Abdur Razak Jakra, mengatakan peristiwa Karhutla di wilayah Kecamatan Ile Bura menjadi pembelajaran serius untuk masyarakat Flores Timur umumnya.
"Hampir setiap tahun selalu ada. Ini karena kebiasaan buruk warga kita yang selalu membuka lahan dengan membakar hutan," katanya kepada wartawan.
Baca juga: Karhutla di Kalsel dan Kalteng Masih Terjadi, Pemadaman belum Berhasil Dilakukan
Menurutnya, Pemerintah Provinsi NTT telah mengeluarkan instruksi tengang waspada kebakaran saat musim kering. Namun, jelasnya, masyarakat seperti acuh meski pihaknya sudah berungkali kali melakukan himbauan.
"Sejak awal ketika gubernur mengeluarkan keputusan waspada musim kering, kita himbau agar jangan membuka lahan dengan cara bakar, dan juga perburuan liar yang biasanya juga membakar hutan," tandasnya.
BPBD Flores Timur langsung berkoordinasi dengan Satpol PP, Pemerintah Kecamatan Ile Bura, Koramil 1624-06 Boru, dan Polsek Wulanggitang untuk memadamkan api.
Satu unit mobil damkar dan tiga mobil tangki bersama puluhan petugas dikerahkan untuk memadamkan api di puluhan titik kebakaran.
Proses pemadaman masih berlangsung dan beberapa titik sudah lebih aman. Namun, masih ada banyak lokasi kebakaran dekat Ojan atau tak jauh dari Desa Dulipali.
Seorang warga, Sophia Somi Puka (49), mengaku kaget lantaran api begitu cepat melahap pohon dan komoditi mete. Api juga merambat dari ruas jalan sampai ke kawasan hutan.
"Kami tahu pas api sudah besar. Kejadian kemarin malam," katanya di lokasi.
Menurutnya, tiga tahun belakang sudah aman, namun kebakaran justru kembali terjadi di tahun 2023. Kondisinya dinilai tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Saya hanya di kampung saja jadi kurang tahu (sumber apinya). Tapi api besar seperti yang terjadi beberapa tahun lalu," ungkapnya. (Z-10)
SEBUAH bangunan sekolah dasar (SD) di Desa Nifukani, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), roboh.
JUMLAH penumpang mudik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari terakhir terpantau padat namun tetap aman dan terkendali.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Baru sebulan dipakai, proyek jalan Inpres senilai Rp18,3 miliar di Nagekeo NTT rusak parah. Warga menduga pengerjaan asal jadi dan minta KPK turun tangan.
Balita di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, Alami Stunting
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
GUNUNG Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan mengalami peningkatan aktivitas dan berpotensi terjadi erupsi eksplosif.
AKTIVITAS gunung berapi Lewotobi Laki-laki yang berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali meningkat pada Jumat, 16 Agustus 2025.
BNPB meminta warga Kabupaten Flores Timur untuk tidak kembali ke kampung halaman atau kawasan rawan bencana (KRB) menyusul erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
GUNUNG Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali alami erupsi pada Selasa, 8 Juli 2025 petang, tepat pukul 16.08 WITA.
Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, erupsi lima kali pada Selasa malam (17/6) dengan tinggi letusan mencapai 5.000 meter.
Kondisi lesunya ekonomi yang melanda masyarakat Flotim dan kondisi bencana erupsi gunung Lewotobi laki-laki yang terjadi belum lama ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved