Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGHARGAAN bergengsi kembali diraih Pemerintah Kota Denpasar, Bali. Kali ini mereka mendapatkan penghargaan Upakarya Wanua Nugrah melalui Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan kerja keras Walikota dalam memimpin dan mengembangkan kota Denpasar menjadi pusat perkotaan yang berkelanjutan dan berkualitas. Bukan hanya itu, Desa Tegal Harum Kecamatan Denpasar Barat juga sukses menjadi Juara I serangkaian Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Regional Tahun 2023 setelah melalui berbagai tahapan seleksi dan penilaian.
Penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian diterima langsung Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, I Wayan Budha dan Camat Denpasar Barat, IB Purwanasara dalam acara Temu Karya Nasional dan Penganugrahan Penghargaan Desa dan Kelurahan Berprestasi 2023 di Hotel Discovery, Jakarta, Selasa, (15/8).
Baca juga: Kemendagri Beri Penghargaan 24 Desa dan Kelurahan
Perbekel Desa Tegal Harum, I Komang Adi Widiantara mengatakan bahwa capaian ini berkat peran serta masyarakat, Pemerintah Kota dan seluruh OPD terkait yang selalu sigap terhadap pengembangan Desa. Lomba ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi yang ada sehingga mampu memberikan kemanfaatan optimal bagi masyarakat.
"Keberhasilan suatu pemerintahan dan pembangunan tetap harus ada partisipasi dari masyarakat sehingga apa yang kita programkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Saya juga berharap kami di desa tetap berperan aktif dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat serta terus mendukung pembangunan khususnya di Kota Denpasar." katanya.
Sementara, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mengaku bersyukur atas penganugrahan penghargaan Upakarya Wanua Nugraha ini. Hal itu tidak lepas dari semangat, kerja keras dan sinergitas semua pihak, khususnya jajaran Pemerintah Kota Denpasar, pemangku kepentingan, serta masyarakat.
"Saya merasa sangat terhormat dan bersyukur atas penghargaan Upakarya Wanua Nugraha ini. Penghargaan ini bukan hanya milik saya pribadi, tetapi juga merupakan hasil kerja keras seluruh tim dan masyarakat Denpasar yang telah bersama-sama berkontribusi dalam memajukan kota," ujar Jaya Negara
Baca juga: KLHK Serahkan 48 Penghargaan Wana Lestari Tahun 2023
Seluruh jajaran dan pemangku kepentingan, kata dia juga telah bekerja keras untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup warga Denpasar. Berbagai tantangan yang dihadapi mendorong seluruh elemen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi demi kebaikan bersama.
"Saya percaya, dengan semangat gotong royong dan tekad yang kuat, kita akan terus meraih prestasi dan membangun Denpasar menjadi kota yang lebih baik dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya
Jaya Negara berharap, penghargaan yang didapat Desa Tegal Harum ini dapat menjadi motivasi kepada desa desa lain khususnya di Kota Denpasar untuk terus bekerja keras dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,
"Mari kita terus bersatu dan bekerja sama demi masa depan yang lebih gemilang bagi kota ini. Terima kasih kepada semua yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam perjalanan kita ini, Teruslah berjuang dan berkarya," pungkasnya. (RO/A-1)
Informasi kejadian diterima pada pukul 12.10 Wita dari warga bernama Kojek kepada petugas BPBD Kota Denpasar. Dalam laporan disebutkan identitas korban atas nama I Made Wirya (65).
Usia ke-238 menjadi mata rantai penting perjalanan Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali yang terus tumbuh sebagai kota kreatif berbasis budaya.
Fokus utama petugas adalah area persimpangan jalan dan lampu lalu lintas (traffic light) yang kerap menjadi pusat kerumunan para pencari sumbangan.
Persembahyangan tahunan untuk memuja Dewa Siwa ini menjadi momentum perenungan dan introspeksi diri umat Hindu pada Januari 2026.
Satpol PP Kota Denpasar kembali menggelar aksi penertiban intensif terhadap gelandangan, pengemis (gepeng), pengamen, hingga badut yang kerap beroperasi di persimpangan jalan.
Penanganan sampah di ibu kota Bali tersebut kini difokuskan pada skema Tiga Zona Utama, yakni pengelolaan di sektor hulu, tengah, dan hilir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved