Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBUN Raya Mangrove yang berada di wilayah pesisir Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Jawa Timur, memiliki koleksi sebanyak 57 jenis tanaman mangrove atau bakau.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dalam keterangan resmi, Selasa (25/7), mengatakan, saat ini, tengah dilakukan eksplorasi tiga jenis baru yang akan menambah koleksi.
"Lebih dari itu, kami juga berencana untuk melakukan kerja sama dengan wilayah lain yang memiliki mangrove," katanya.
Baca juga: BAF Hijaukan 6 Pesisir Pantai Indonesia Lewat Penanaman Mangrove
Menurutnya, kalau ada mangrove jenis lain di tempat lain tetapi tidak ada di sini, pihaknya akan minta bibitnya dan menanamnya.
"Sehingga kebun raya ini semakin sempurna dengan semua jenis mangrove yang ada di Indonesia dan luar negeri juga," ucap Cak Eri, panggilan akrabnya.
Selain itu, Cak Eri juga sudah melakukan pengecekan Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar untuk memastikan kesiapan sebelum diresmikan pada Rabu (26/7) atau bertepatan dengan Hari Mangrove Internasional.
Baca juga: Peduli Lingkungan, Mahasiswa Unipa Tanam Ratusan Bibit Mangrove di Pantai Hia, Maumere
"Jadi, kami siapkan jalur nanti ketika diresmikan," ujarnya.
Cak Eri menegaskan keberadaan Kebun Raya Mangrove selain menjadi tempat edukasi dan pariwisata, juga memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Konsep ekonomi yang diusung nantinya akan sama seperti Romokalisari Adventure Land.
"Nanti hasilnya juga akan diberikan kepada masyarakat, seperti Romokalisari Land. Jadi Insya Allah akan ada pengembangan oleh masyarakat dan komunitas yang hasilnya bisa mengurangi kemiskinan," katanya.
Cak Eri mengungkapkan, mangrove bisa diolah menjadi beragam bahan pangan atau minuman seperti di antaranya dibuat selai atau sari minuman.
Dalam pengembangannya, kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Sekarang ini, kata dia, kesiapan Kebun Raya Mangrove Surabaya telah mencapai sekitar 99,99%. Rencananya, peresmian Kebun Raya Mangrove pertama di Indonesia ini akan dilakukan oleh Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia (YKRI) yang sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri.
"Kesiapannya, Insya Allah, sudah 99,99%, tinggal hanya pembersihan dan lainnya. Karena mangrove kan memang seperti ini, tidak kami ubah, tidak kami apakan, tapi keindahan mangrove itu ya dari alamnya, dari tanaman mangrovenya," pungkas Cak Eri. (Ant/Z-1)
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, kehadiran living lab ini akan mampu memperkuat riset dan edukasi di bidang biodiversitas Indonesia.
Keanekaragaman hayati juga fundamental bagi pelestarian budaya, mendukung lebih dari 1.300 suku bangsa dan 654 bahasa daerah.
Rencananya, pengelolaan Kebun Raya Banua akan dilengkapi sistem pengontrol dari jarak jauh dan penerapan teknologi terbaru.
Program Sunset di Kebun ini adalah program yang dibuat sebagai perpanjangan dari lima fungsi kebun raya.
Pihak Kebun Raya Bogor telah menyiapkan fasilitas dengan angka yang maksimal seperti sepeda, scooter, golf car dan shuttle bus.
Bambu bisa mengisi lahan lebih banyak dibandingkan dengan pohon. Selain menghasilkan oksigen, bambu juga bermanfaat untuk konservasi air.
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
1.000 pohon mangrove yang disiapkan oleh PT Position ini bertujuan untuk menahan abrasi pantai, mengurangi dampak gelombang laut, serta meminimalisasi risiko bencana.
Salah satu temuan krusial tim adalah ancaman sampah kiriman dari hulu sungai saat curah hujan tinggi. Masalah ini menjadi hambatan serius bagi pertumbuhan bibit mangrove baru.
Para petambak di pesisir mengikuti pelatihan Field School dengan 15 modul pembelajaran mulai dari pemetaan ekosistem hingga perencanaan usaha aquaculture.
Hingga saat ini, PGN Saka telah menanam 70.000 mangrove, melampaui target KPI yang telah ditetapkan.
SELALU ada pilu yang membuat lutut gemetar tiap mendengar ramalan ilmuwan tentang dunia yang makin kerontang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved