Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEPANJANG Januari hingga April 2023 di Provinsi Sulawesi Selatan, lima orang dilaporkan meninggal dunia di tiga kabupaten dari 2.395 orang yang terinfeksi rabies. Dari 2.395 kasus gigitan hewan penular rabies di Sulsel, sebanyak 2.381 yang cuci luka dan 2.082 diberi vaksin antirabies.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Ardadi, menyebutkan itu. Lima kasus kematian akibat rabies yang dilaporkan terjadi di Kabupaten Soppeng 2 kasus, Toraja Utara 2 kasus, dan Sinjai 1 kasus.
"Kasus kematian karena rabies akibat warga yang menjadi korban gigitan terlambat untuk melaporkan ke fasilitas kesehatan. Harusnya setelah mendapatkan gigitan bisa lakukan cuci luka dan pemberian vaksin antirabies," tukas Ardadi.
Baca juga: Kenali Rabies, Jenis, Gejala Awal hingga Lanjutan
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang tidak melaporkan setelah mengalami gigitan hewan penular rabies untuk segera mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan. Padahal penanganan sudah sangat optimal.
Data Dinas Kesehatan Sulsel mencatat dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, kasus rabies terbanyak di Kabupaten Toraja Utara sebanyak 334, kemudian disusul Toraja 293, Luwu Timur 216, Makassar 151, Bone 143, serta Luwu 136, dan Soppeng 128. Sebelumnya Kementerian Kesehatan menyatakan 95% kasus penularan rabies di Indonesia sejauh ini disebabkan gigitan anjing.
Baca juga: Polisi Mulai Eliminasi Anjing Rabies di Timor Tengah Selatan, NTT
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Imran Pambudi mengatakan, ada 25 provinsi yang menjadi endemi rabies. Namun hanya delapan provinsi yang bebas rabies yakni Kepulauan Riau, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Papua Barat, dan Papua. (Z-2)
TIM SAR gabungan berhasil menemukan korban kedua berjenis kelamin perempuan, dari jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di lereng Gunung Bulusaraung namun belum dievakuasi
KNKT menyampaikan bahwa pesawat ATR 42 pecah berhamburan akibat menabrak lereng gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.
Sakti juga menyampaikan rasa keprihatinannya atas insiden pesawat ATR 42-500 dengan kode registrasi PK-THT yang hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan tersebut.
ATR adalah singkatan dari Avions de Transport Régional (Prancis) atau Aerei da Trasporto Regionale (Italia).
Jumlah penumpang on board (POB) sebanyak 11 orang, delapan kru pesawat dan tiga orang penumpang. Saat ini tim SAR Gabungan telah mengerahkan personel, mobil truk, drone dan rescue car satu tim.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved