Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut bahaya kekeringan di Jawa Timur (Jatim) cukup tinggi. Dari hasil pemetaan, kekeringan berpotensi melanda 27 kota/kabupaten. Dengan rincian dari 1.617 dusun, 844 desa/kelurahan, dan 211 kecamatan.
Estimasi penduduk yang terdampak kekeringan di Jatim tahun 2023 ini mencapai lebih dari 16 juta jiwa, atau lebih dari 655 ribu keluarga.
Merespon potensi kekeringan itu, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim memastikan BPBD kota/kabupaten se-Jatim siap siaga melakukan dropping air bersih. Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan berupa tandon sebanyak 350 buah dan 10.000 jerigen ke 38 daerah.
Baca juga:Masuki Puncak Kemarau, 103 Desa di Purbalingga Terancam Krisis Air Bersih
"Kami akan terus melakukan mitigasi dan penanganan untuk bencana-bencana di musim kemarau ini. Baik antisipasi kebakaran hutan dan lahan, maupun kekeringan," kata Khofifah di Surabaya.
Katanya saat ini BPBD sedang melangsungkan pengiriman air bersih ke Kabupaten Blitar. Pengiriman air PDAM ini imbas kerusakan saluran air di hulu Sungai Lekso di Desa Tangkil, Kecamatan Wlingi.
Baca juga: Krisis Air Bersih Mulai Meluas di Pantura Jateng
"Pekan lalu kami sudah melakukan apel Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla) di Pasuruan. Namun yang juga harus diwaspadai berikutnya adalah potensi bencana kekeringan," sebut Khofifah.
Berdasarkan data BNPB, musim kemarau 2023 di Jatim diperkirakan berlangsung sejak Mei hingga September mendatang. Puncak kemarau diprediksi terjadi pada akhir Juli hingga Agustus 2023 di sebagian wilayah Jatim. (Z-3)
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
Hingga Senin (19/1), banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved