Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJEMEN pengelolaan wisata alam di Loh Liang, Pulau Komodo, Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT), oleh PT Flobamor kian membuat pelaku wisata di Labuan Bajo menjadi geram. Pada video yang viral di kalangan pelaku wisata menunjukkan belasan wisatawan asing maupun lokal telantar di areal tiketing Loh Liang.
Seorang dalam video tersebut mengatakan, "Pagi ini kita menunggu ranger, sudah 1 jam di sini tapi ranger masih on the way katanya. Mungkin ada yang tahu jam kerja ranger ya teman-teman."
Vigi, seorang dive guide, membenarkan video yang tersebar tersebut. Yang terekam dalam video itu terjadi pada Rabu 7 Juni 2023 bertempat di Loh Liang, Pulau Komodo.
Baca juga: Berdayakan Penyandang Disabilitas di Manggarai dengan Keterampilan Membuat Pakan Ternak
"Pagi belasan wisatawan asing telantar hingga 1 jam. Ranger datang jam 07.50 dan jam 08.00 bahkan ada yang lewat jam 08.00," jelas Vigi melalui pesan WhatsApp, Rabu (7/6/2023).
PT Flobamor tidak memasang papan informasi terkait waktu pelayanan jasa wisata di Loh Liang. Hal ini membuat pelaku wisata kesulitan mendapatkan kepastian layanan jasa ranger.
Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup, Paroki Karot Lakukan Penghijauan dan Bersihkan Sampah Plastik
Vigi menjelaskan tidak ada papan informasi yang menginformasikan jam buka dan jam tutup layanan jasa ranger. Ia meminta PT Flobamor untuk memberikan informasi yang jelas kepada wisatawan.
"Mungkin lebih bagus untuk pasang papan jam buka dan jam tutup di dermaga. Biar bisa briefing ke tamu jam ranger ada di lokasi," tambah Vigi.
Pelaku wisata juga kecewa dengan layanan jasa ranger Flobamor yang tidak profesional. Ranger dituding suka pilih-pilih tamu untuk ditangani melakukan aktivitas tracking di areal Loh Liang. Akibatnya, banyak tamu yang harus menunggu, padahal datang lebih awal.
"Terus ada ranger yang pilih-pilih tamu. Kami minta handle tamu kami, tetapi rangernya malah pilih tamu dari kapal besar," keluh Vigi yang membawa tamu lebih awal ke Loh Liang.
Vigi menjelaskan dirinya membawa lima wisatawan asing dan tiba duluan di Loh Liang. Rombongannya disusul 74 wisatawan lain turun dari kapal asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Terpisah, pelaku wisata lain, Fransiskus Hambut, menilai PT Flobamor tidak profesional mengelola jasa wisata di TN Komodo. "Ini membuat citra buruk terhadap industri wisata di Labuan Bajo yang mulai bangkit dari pandemi," tegas Fransiskus.
Direktur Operasional PT Flobamor, Abner Ataupah, tidak dapat dikonfirmasi. Pesan WhatsApp yang dikirim media ini pukul 15.59 Wita tidak direspons. Abner malah menolak hubungan telepon ketika dihubungi melalui telepon pukul 15.57. (Z-2)
WNA Spanyol itu terdiri dari suami, istri, dan seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki,
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus perburuan ilegal satwa dilindungi di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.
KECELAKAAN kapal wisata kembali terjadi di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kali ini, kapal wisata Angin Mamiri dihantam gelombang tinggi.
Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) akan menerapkan sistem buka tutup aktivitas pariwisata di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2025 mendatang.
KLHK berencana melakukan penutupan secara berkala Taman Nasional Komodo dari aktivitas pariwisata pada 2025.
Wisata medis menjadi jenis liburan ini populer terutama untuk bidang estetika seperti operasi plastik dan transplantasi rambut.
SEBUAH kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di ruas Jalan Trans Flores, tepatnya di Kampung Roe, Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain Minyakita, tim juga menemukan harga cabai rawit Rp75.000/kg, bawang merah Rp40.000/kg, bawang putih Rp45.000/kg, daging sapi Rp105.000/kg, daging ayam Rp40.000/kg.
Survei terbaru yang dirilis Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tergolong tinggi.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved