Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH nelayan yang beraktivitas di pantai Teluk Palu, Sulawesi Tengah, terpaksa harus istirahat turun ke laut. Alasannya bukan karena cuaca buruk, tetapi akibat teror buaya.
Salah satu nelayan di Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Sangker mengatakan sudah dua pekan terakhir nelayan di Lere istirahat turun ke laut karena buaya sering muncul di pesisir pantai. Bahkan, buaya jenis muara dengan pelbagai ukuran tersebut biasanya berjemur di sekitar wilayah tambatan perahu nelayan.
"Tidak turun ke laut karena kami takut digigit buaya. Daripada menantang maut, mending istirahat dulu melaut sampai suasana sudah relatif aman," terangnya kepala Media Indonesia di Palu, Senin (5/6).
Baca juga: Heboh, Ibu dan Anak di Labura Digigit Buaya
Ketakutan warga yang berprofesi sebagai nelayan terhadap buaya yang sering muncul di Teluk Palu, khususnya pantai Lere, pantai Talise, dan pantai Kampung Nelayan beralasan. Pasalnya, buaya tersebut bukan hanya meneror tetapi juga sudah mengancam nyawa nelayan saat mereka mencari ikan dan hasil laut lain.
"Di sepanjang pantai Teluk Palu dari Lere, Talise, hingga Kampung Nelayan sudah banyak warga menjadi korban gigitan buaya," sambung nelayan pantai Talise, Andi Burhan, saat ditemui terpisah. Ia menceritakan kejadian yang belum lama ini menimpa rekannya. Saat itu, rekannya yang sedang santai memancing ikan tiba-tiba diserang buaya. Beruntung saat itu, rekannya bernama Herman bisa selamat.
Baca juga: Warga Jalan Saraswati Ujung Digegerkan dengan Seekor Buaya Lepas
"Setelah diserang itu, perahu yang dipakai Herman terbalik. Pas Herman jatuh di air, buaya juga langsung coba menggigit, beruntung waktu itu Herman cepat pukul mata buaya pakai dayung sampai buaya pergi sendiri," ungkap Andi.
Namun nasib berbeda menimpa nelayan lain yang menjadi korban gigitan buaya. "Kalau di pantai Talise sudah ada lima nelayan yang digigit buaya. Alhamudlillah nyawa mereka semuanya masih terselamatkan, tetapi tetap ada luka," tegas Andi.
Sangker dan Andi mewakili sejumlah nelayan yang beraktivitas di pantai Teluk Palu berharap pemerintah, khususnya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), setempat bisa menangani buaya tersebut. Terlebih berdasarkan laporan warga, buaya yang berkembang biak di pantai Teluk Palu lebih dari 15 ekor. (Z-2)
Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp87 juta dari pengalihan beberapa kegiatan di Dinas Perikanan untuk mendukung program tersebut.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Nelayan setempat sudah tidak melaut sejak dua minggu terakhir akibat cuaca buruk.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Nelayan yang ingin melaut diimbau untuk waspada dan selalu mencari informasi terkait cuaca.
SEORANG mahasiswa berinisial A (19) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya yang berlokasi di Jalan Padat Karya I, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Jumat (16/1/2026).
Ditresnarkoba Polda Sulawesi Tengah menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat tiga kilo gram di Bandara Mutiara Sis Aljufri, Kota Palu.
SATUAN Reserse Narkoba Polresta Palu menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat lebih dari 3 kilo gram di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Selasa (5/8) pukul 18.20 WITA.
Seorang pria berinisial M (42) membakar istrinya sendiri, AN (40), di depan warung makan milik korban di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Mamboro Barat, Kecamatan Palu Utara.
Pemkot Palu menyerahkan lahan seluas dua hektare kepada Kementerian P2MI untuk pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) sekaligus Migran Center pertama di Indonesia.
Angka ini melonjak dari Rp7,8 miliar pada 2023 dan Rp3,5 miliar pada tahun-tahun sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved