Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH 25 tahun menabung, Fendi Aripin alias Arif Koran, 58, warga Jalan Iswahyudi, RT 04 Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, Jambi, akhirnya bisa naik haji tahun ini bersama isterinya, Fauziah, 49.
Arif yang bekerja sebagai loper koran ini akan berangkat ke Tanah Suci pada 7 juni mendatang, dari kloter 19 melalui embarkasi Batam.
"Saya kerjanya loper koran dari tahun 1989 sampai sekarang. Kurang lebih 33 tahun. Nabung 25 tahun, sedikit demi sedikit dikumpulkan. Setelah cukup Rp50 juta, jadi saya nyetorlah uang haji karena niat haji itu ada," tutur Fendi ketika ditemui, Kamis (25/5).
Baca juga : Takbir! Jemaah Haji di Bandara Madinah Disambut Hujan
Kepergiannya ke Tanah Suci sempat tertunda karena ia seharusnya berangkat haji pada 2020 lalu, namun batal pergi akibat pandemi Covid-19.
"Waktu itu ada panggilan 2019 oleh Kemenag untuk pelunasan, setelah itu kami membuat paspor untuk berangkat 2020. Tapi tertunda karena covid-19," ujarnya.
Baca juga : Marsini, Potret Jemaah Haji Lansia Berkebutuhan Khusus
Setelah tiga tahun berselang, Fendi bersyukur diberi kesehatan, kekuatan dan kesabaran untuk akhirnya bisa berangkat haji 2023.
Ia bisa melunasi biaya haji berdua isterinya sebesar Rp66 juta dari tabungannya. Ayah tiga orang anak ini memang mengaku sudah berniat kuat untuk menyisihkan sebagian pendapatan dari hasil bekerja sebagai loper koran.
Setiap bulannya, Fendi menerima pendapatan Rp1,3 juta. Untuk menambah tabungan hajinya, Fendi juga mencari kerja sampingan sepulang mengantar koran, dengan menjadi supir ojek.
Fendi bisa menumpulkan uang dari hasil menyisihkan pendapatan sebagai loper koran untuk bisa mewujudkan mimpinya, meskipun saat lebaran idul Fitri tidak membelikan anak-anaknya baju lebaran.
Sang istri Fauziah pun mengamini ucapan suaminya. "Memang kalau diliat dari rejeki enggak mungkin kami bisa daftar haji. Tapi kalau dilihat dari keinginan tekad dan kami menahan diri tidak membeli barang-barang, alhamdulillah kami bisa," katanya. (MGN/Z-4)
Pembagian syarikah dilakukan berdasarkan embarkasi guna memastikan layanan jemaah lebih terfokus dan terkoordinasi.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Menjelang eberangkatan ibadah haji yang dijadwalkan pada April mendatang, para jemaah yang telah melunasi biaya haji dan dinyatakan sehat diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup sehat
Selain kesehatan fisik, pemeriksaan tahun ini juga mencakup penilaian kesehatan mental dan kognitif untuk mendeteksi gejala demensia.
Pelunasan Bipih jemaah khusus sudah mencapai 98,41 persen atau 16.310 orang dari kuota 17.680 jemaah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved