Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEDATANGAN hari pertama jemaah haji Indonesia di Bandara Amir Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Arab Saudi, pada Rabu (24/5) malam, disambut guyuran hujan deras.
Hujan turun di area Bandara AMAA sekitar pukul 19.30 Waktu Arab Saudi (WAS) dan berakhir setelah isya. Itu hampir bertepatan dengan kedatangan Kloter 3 Embarkasi Surabaya dan keluarnya rombongan Kloter 1 JKS dari pengecekan imigrasi.
Sebelum magrib, angin berembus cukup kencang dan petir menerangi langit Bandara AMMA. Diketahui, hujan ternyata hanya mengguyur area bandara di Madinah.
Baca juga : Jemaah Haji Kloter I Jakarta Cukup Istirahat Berkat Fast Track
"Hujannya benar-benar deras, Kementerian Haji Saudi langsung memberikan instruksi agar jemaah tetap di dalam bandara sampai hujan reda. Setelah hujan reda, bis yang menjemput jemaah bergeser ke depan terminal untuk menjemput jemaah," ujar Petugas PPIH bernama Abdul Manan, yang merupakan seorang mukimin.
Seorang petugas PPIH lainnya menyebutkan, saat hujan mengguyur area bandara sejumlah orang bertakbir, bersyukur atas diturunkannya hujan di hari pertama kedatangan jemaah haji Indonesia.
Baca juga : Waduh, Jemaah Haji Kloter Satu Bakal Disambut Suhu Panas 41 Derajat
Tidak sedikit di antara orang-orang yang menyaksikan hujan tersebut menganggapnya sebagai berkah bagi jemaah haji Indonesia.
Sebelum hujan turun, bandara Madinah sudah diselimuti mendung sejak pukul 16.40. Bahkan di area Terminal Zero, ketika jemaah haji asal Batam baru keluar dari ruang pemeriksaan Imigrasi, suara geluduk dan petir mewarnai langit Bandara AMMA.
Pada hari pertama kedatangan jemaah haji Indonesia, ada 16 kloter yang tiba di Madinah. Keenam belas mengangkut total 6.380 jemaah. (Z-4)
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mampu menghadirkan layanan secara nyata di lapangan.
Pembagian syarikah dilakukan berdasarkan embarkasi guna memastikan layanan jemaah lebih terfokus dan terkoordinasi.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Menjelang eberangkatan ibadah haji yang dijadwalkan pada April mendatang, para jemaah yang telah melunasi biaya haji dan dinyatakan sehat diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup sehat
Selain kesehatan fisik, pemeriksaan tahun ini juga mencakup penilaian kesehatan mental dan kognitif untuk mendeteksi gejala demensia.
Pelunasan Bipih jemaah khusus sudah mencapai 98,41 persen atau 16.310 orang dari kuota 17.680 jemaah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved