Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BAKDAN Sapi merupakan tradisi turun temurun warga lereng Merapi di Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Ritual itu digelar sepekan setelah lebaran atau Idul Fitri.
Saat yang dikenal sebagai bakdo kupat itu. ratusan warga Sruni menghias hewan ternak sapi miliknya, baik sapi pedaging maupun perah susu. Sapi kemudian diarak ramai ramai mengelilingi desa atau kampung.
"Arak arakan sapi ini memang tradisi yang sudah lama, turun temurun. Sebuah ritual tradisi yang dimaksudkan sebagai ungkapan syukur warga, karena penghidupannya ditopang ternak sapi yang dikelola," tutur Jaman, 61, tokoh Desa Sruni disela sela perayaan bakda sapi, Sabtu (29/4).
Sejak pagi, ratusan warga Sruni memang berkumpul di jalan desa sambil membawa sapi yang dihias, untuk merayakan bakdan sapi. Setiap keluarga juga membawa sesaji dan makanan, untuk dibawa dan ditata di sepanjang jalan utama yang menjadi pusat kegiatan bakdan sapi.
Suasana sangat guyup. Wajah wajah penuh ceria, baik tua atau muda berkumpul di jalan utama desa, yang digunakan sebagai tempat prosesi perayaan bakdan sapi.
Sebelum mengarak ratusan sapi hias, warga terlebih dulu melakukan doa syukur, atas kehidupan yang melimpah dari hasil pertanian dan mengelola ternak sapi. Doa dilakukan di depan makanan bawaan dari masing masing keluarga yang ditata sepanjang 100 an meter.
"Sebelum arak arakan sapi keliling desa, kami melakukan kembul bujana di jalan utama yang menjadi pusat prosesu tradisi bakdan sapi," imbuh Aji, warga.
Sederhana. Tetapi tradisi arak arakan sapi yang diberi kalung kupat mengelilingi desa itu berlangsung sangat meriah.
"Sekali lagi ini tradisi sederhana, namun selalu dilaksanakan setiap sepekan usai lebaran, yang dikenal dengan bakda kupat, dan di Sruni menambahkan dengan istilah bakdan sapi," tambah Sartono, warga lain.
Pemkab Boyolali telah memberikan perhatian serius terhadap tradisi bakdan sapi, yang bisa dipromosikan sebagai wisata budaya lebaran kepada warga luar Boyolali, pada setiap momen bakdo kupatan. (N-2)
Ritual sakral penolak bala yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak 1996
Festival Jelajah Maumere III mengusung tema Wini Ronan atau lumbung benih sebagai refleksi atas tradisi dan kebudayaan di Kabupaten Sikka atau di Flores.
Adapun Merti Bumi kali ini mengusung tema “Tulus Wigati Trustha ing Widhi,” yang berarti ketulusan, kesungguhan, dan kepercayaan kepada Tuhan.
Patung paling besar berwarna hitam khas kayu ulin (bulin) berukuran tinggi sekitar empat meter bernama Patih Bajulin, dewa pelindung suku Dayak Deah.
Ketua Umum Panitia Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947, Gede Narayana, mengatakan bahwa ritual abhiseka dan parisuda agung paripurna merupakan upaya memuliakan Candi Prambanan.
Perlu diketahui, Rabu Wekasan jatuh pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah. Karena kalender Hijriah adalah kalender lunar (berdasarkan siklus bulan)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved