Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TEROBOSAN Polrestabes Surabaya dalam menangani pembalap liar dan pelanggar lalu lintas dengan pendekatan humanis, khususnya hipnoterapi, menuai apresiasi. Pendekatan itu dinilai sesuai dengan akar masalah yang ada.
"Metode ini menawarkan cara yang lebih holistik dan berfokus pada memahami akar permasalahan dan faktor psikologis yang mendorong perilaku tersebut," ujar pemerhati sosial dan kependudukan Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, Rasminto, kemarin.
Dengan memanfaatkan hipnoterapi, tuturnya, pelaku balap liar dapat dipandu untuk merespons situasi dengan cara yang lebih baik. Pendekatan itu juga bisa mengubah perilaku mereka agar tidak mengulangi tindakan melanggar hukum.
"Tapi terobosan ini tidak boleh dianggap sebagai pengganti sistem hukum yang berlaku. Pelaku balap liar dan pelanggar lalu lintas harus tetap bertanggung jawab atas perbuatannya dan dihukum sesuai hukum yang berlaku," tandasnya.
Rasminto menambahkan upaya terbaik dalam menangani masalah pelaku balap liar dan pelanggar lalu lintas adalah kombinasi dari pendekatan hukum dan pendekatan humanis.
"Penggunaan hukum yang tegas dapat menjadi pendorong bagi pelaku balap liar untuk berubah perilaku dan menghindari tindakan melanggar hukum. Sementara pendekatan humanis dapat membantu pelaku balap liar memahami akar permasalahan dan mencegah perilaku melanggar hukum terulang kembali di masa depan," tandasnya. (N-2)
Dalam dekade terakhir, hipnoterapi klinis semakin banyak digunakan untuk penanganan trauma pada anak, termasuk trauma medis. Karena itu disebut bisa digunakan untuk pulihkan trauma pada anak
Praktik hipnoterapi yang diimplementasikan secara tepat dapat menyembuhkan trauma yang disebabkan oleh perundungan dan meningkatkan prestasi anak di sekolah.
Hipnoterapi adalah kondisi untuk membuat pasoen rileks dengan menembus filter dari alam sadar atau alam bawah sadar.
Hal yang paling membedakan praktik hipnoterapi dan gendam adalah fase terminasi. Biasanya gendam tidak melewati tahap ini dan meninggalkan orang yang dihipnosis begitu saja.
Seseorang yang dalam kondisi sadar tidak mau menjalankan perintah membuka baju, maka hal serupa akan dilakukan dalam kondisi hipnosis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved