Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskuperdagin) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sudah berkoordinasi dengan Bulog setempat berkaitan dengan komoditas beras saat ini yang harganya terpantau naik. Hasil koordinasi, Bulog sudah menggelontorkan beras jenis medium ke para pedagang melalui kegiatan stabilitasi pasokan dan harga pangan (SPHP).
Kepala Bidang Perdagangan Diskuperdagin Kabupaten Cianjur, Agus Mulyana, menuturkan beras medium yang didistribusikan Bulog ke para pedagang dijual dengan harga eceran tertinggi (HET) di kisaran Rp9.450 per kilogram. Berasnya dijual dengan kemasan 5 kilogram dan 50 kilogram. "Pembeliannya tidak dibatasi. Penjual juga tidak dibatasi penjualannya," terang Agus dihubungi, Minggu (12/2).
Agus menuturkan tujuan dilaksanakannya SPHP yang dilakukan Bulog untuk mengendalikan harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat ini Diskuperdagin sedang menunggu data para pedagang di pasar yang sudah mendapatkan suplai beras medium pada kegiatan SPHP.
"Kalau lihat fisiknya, beras medium dari Bulog cukup bagus. Kemarin juga kita dengan kepolisian sudah lihat fisiknya. Respons pedagang juga bagus," jelasnya.
Agus mengaku belum melakukan monitoring ke lapangan melihat sejauh mana pendistribusian beras medium yang dilakukan Bulog pada kegiatan SPHP. Dalihnya, masih menunggu data dari pihak Bulog. "Data ini untuk mengetahui siapa saja dan di pasar mana yang sudah membeli beras ke Bulog," tuturnya.
Namun, lanjut Agus, pemantauan stok beras di tingkat pedagang terus dilakukan. Ia mencontohkan sudah melihat stok beras di salah satu pedagang besar di Pasar Induk Cianjur.
"Pemiliknya bernama pak Wahyu. Dia punya stok 70 ton di gudang di pasar. Stok sebanyak ini paling juga hanya cukup tak lebih dari empat hari. Tapi di pabriknya stok masih cukup banyak. Insya Allah dari satu pedagang saja untuk memenuhi kebutuhan masyarakat relatif cukup aman. Terutama suplai untuk wilayah kota," bebernya.
Mantan Kepala UPTD Pasar Ciranjang itu menuturkan, ada beberapa penyebab cenderung naiknya harga beras akhir-akhir ini. Hasil koordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan setempat, penyebab utamanya akibat belum memasuki masa panen.
"Kemudian kita juga masih kekurangan alat pengering padi. Selama ini para petani masih mengandalkan sinar matahari. Padahal sekarang kita bisa memanfaatkan teknologi tepat guna. Jadi produksinya setiap panen akan lebih cepat mengingat potensi hasil pertanian juga cukup banyak. Penyebab lainnya mungkin karena faktor cuaca," pungkas Agus. (OL-15)
Cek jadwal imsakiyah Jawa Barat Rabu 18 Februari 2026: Imsak pukul 04.30 WIB, Subuh 04.40 WIB, Magrib 18.15 WIB. Persiapkan sahur dan buka puasa dengan tepat.
Kementerian Pertanian menargetkan distribusi 4 juta dosis vaksin PMK secara nasional sepanjang 2026.
Kasus gangguan jiwa anak dan remaja di Jawa Barat meningkat. RSJ Cisarua mencatat kunjungan naik hingga 30 pasien per hari, depresi jadi kasus dominan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
DUA pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Desa Wanakerta, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, diamuk massa setelah ketahuan mencuri sepeda motor.
SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, berhasil menangkap pelaku berinisial W, warga Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved