Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta melaporkan, telah terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pada hari Rabu (8/2) pukul 07.10 WIB.
Dilaporkan awan panas ini tercatat di alat pencatat yakni seismogram dengan amplitude 52 milimeter dan durasi selama 130 detik.
"Awan panas ini mencapai jarak 1.500 meter dari puncak yang mengarah ke hulu Kali Boyong atau mengarah ke barat daya," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santosa, Rabu (8/2/2023).
Sementara dalam waktu 6 jam dari pukul 00.00 hingga 06.00 hari Rabu, kegempaan di kawasan puncak terjadi sebanyak 11 kali kegempaan guguran, 2 kali gempa fase banyak atau hybrid, 1 kali gempa vulkanik dangkal dan 22 kali gempa vulkanik dalam.
Meski demikian sejauh ini BPPTKG Yogyakarta belum mengubah status Gunung Merapi dari Siaga atau Level III ke level yang lebih tinggi. (OL-13)
Baca Juga: Keseruan Membatik Topeng hingga Menari Reog Keprajuritan di Gunungkidul
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Jumat (2/1) pagi, awan panas guguran terpantau meluncur sejauh 1.500 meter
Warga yang menghuni kawasan Lereng Gunung Ile Lewotolok diminta mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas.
GUNUNG Semeru di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, kembali erupsi pada Selasa (15/4) pukul 09.18 WIB. Aktivitas gunung ini terus meningkat sejak awal bulan ini.
BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta merilis, selama sepekan dari hari Jumat (27/9) hingga Kamis (3/10).
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan telah terjadi Awan panas dengan jarak luncur 1,1 kilometer, Rabu (18/9) pagi.
Awan panas meluncur dari puncak Gunung Merapi, Rabu (4/9) pagi. Masyarakat pun diimbau untuk menjauhi daerah bahaya
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Jarak luncur ke-8 kali awan panas guguran itu maksimum 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke barat daya atau mengarah ke hulu Kali Krasak, Bebeng dan Sat/Putih.
BPPTKG Yogyakarta melihat adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya Gunung Merapi, akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguran lava.
BPPTKG Yogyakarta menyatakan luncuran awan panas guguran maupun lava Gunung Merapi, masih dalam jarak aman dari permukiman maupun destinasi wisata di lereng gunung itu.
BADAN Geologi ESDM menyebut dari sekitar 500 gunung api di Indonesia, pertengahan Desember ini sebanyak 3 gunung berstatus siaga, 24 waspada, dan total 127 gunung api berstatus aktif.
"Jadi memang wajar (terjadi guguran) ketika musim hujan di bulan November, Desember (2025), kemudian puncaknya nanti Januari, Februari (2026) itu intensitas guguran akan sedikit meningkat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved