Minggu 22 Januari 2023, 10:55 WIB

Sembilan Pemda di Nusa Tenggara Timur Sudah Berstatus Digital

Palce Amalo | Nusantara
Sembilan Pemda di Nusa Tenggara Timur Sudah Berstatus Digital

MI/PALCE AMALO
Gubernur NTT Viktor Laiskodat saat memberikan keterangan terkait program transformasi digital

 

NILAI Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) seluruh pemerintah daerah (Pemda) di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan perkembangan positif.

Bahkan terdapat sembilan dari 23 pemerintah daerah di NTT sudah masuk
kategori digital. Padahal, pada tahun sebelumnya pemda yang masuk
ketegori ini baru satu.

Pemda dengan kategori digital pada 2022 tersebut adalah Kota Kupang,
Kabupaten Manggarai Barat, Ende, Ngada, Rote Ndao, Belu, Sumba Tengah,
Alor dan Nagekeo. Sementara 13 pemda masuk kateogri maju dan satu pemda
masuk kategori berkembang.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, Daniel Agus
Prasetyo mengatakan, sembilan pemda ini tercatat sudah melakukan
implementasi pembayaran pajak dan retribusi non-tunai, transaksi
pengeluaran secara non-tunai, SP2D online dan berbagai variasi kanal
pembayaran pajak dan retribusi seperti QRIS, ATM, EDC, ataupun
e-Commerce.

Selain itu salah satu pendorong digital adalah sudah terintegrasinya
Cash Management System (CMS) dengan sistem keuangan pemda, sedangkan
pemda lainnya masih berada di kategori berkembang.

"Meningkatnya elektronifikasi transaksi pemda tersebut sejalan dengan
strategi meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Digitalisasi ekonomi dan keuangan merupakan salah satu kunci dalam
pemulihan ekonomi nasional dan daerah. Dengan adanya elektronifikasi
transaksi pemerintah daerah (ETPD), dapat diperbesar peluang peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui pembayaran pajak dan retribusi secara non-tunai serta terwujudnya praktik good and clean governance," kata Daniel Agus Prasetyo, Minggu (22/1).


Realisasi PAD


Berdasarkan data dari Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT, total
pendapatan daerah dari seluruh pemda di NTT pada 2022 adalah sebesar
Rp24,9 triliun, dan baru sekitar 10% nya dikontribusikan dari PAD.

Daniel mengharapkan, dengan percepatan dan perluasan implementasi ETPD
dapat mendongkrak realisasi PAD di seluruh Pemda di NTT pada 2023.

ETPD merupakan program yang digagas pemerintah melalui Kementerian
Koordinator Perekonomian (Kemenko Perekonomian), yang didukung dengan
pembentukan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di
seluruh pemda di Indonesia, termasuk di NTT.

TP2DD beranggotakan kepala daerah, Bank Indonesia, Instansi vertikal
pendukung digitalisasi, dan BPD NTT selaku bank rekening kas umum daerah (RKUD). Adapun di NTT, seluruh pemerintah daerah sudah membentuk TP2DD.

Menurutnya, hasil implementasi ETPD dinilai melalui IETPD, indikator
penilaian dalam IETPD terbagi menjadi 3 aspek, yakni aspek Implementasi
dengan bobot 70%, aspek realisasi dengan bobot 10%, dan aspek lingkungan strategis dengan bobot 20%.

Pada aspek implementasi, poin penilaian terbagi menjadi 3 bagian, yakni
elektronifikasi transaksi belanja (30%), elektronifikasi transaksi
pendapatan (40%) dan variasi penggunaan kanal pembayaran pada pendapatan (30%). Pada aspek realisasi, poin penilaian terbagi menjadi 2 yakni realisasi melalui kanal digital dan semi digital.

Sementara pada aspek lingkungan strategis, poin penilaian terbagi
menjadi tiga bagian, yakni penggunaan system informasi keuangan daerah
(80%), kesiapan infrastruktur telekomunikasi (10%) dan kegiatan
sosialisasi oleh pemda (10%).

Pada 2023, Bank Indonesia bersama Pemprov NTT menargetkan seluruh pemda
di NTT masuk dalam kategori digital. Untuk itu, diperlukan koordinasi
dan kolaborasi aktif di dalam tim TP2DD guna mendorong implementasi ETPD di setiap pemda lebih cepat dan lebih luas.

"Bank Indonesia memiliki komitmen penuh mendukung implementasi ETPD  guna mendorong pemulihan ekonomi nasional," ujarnya. (N-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Rahmad

Belitung Targetkan Ekspor 100 Ton Ikan Kerapu ke Hong Kong

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Kamis 02 Februari 2023, 23:55 WIB
"Target kita masih tetap 100-120 ton tahun ini. Kerapu hidup tujuan negara ekspor juga masih sama yakni Hong...
Dok. Pribadi

Uskup Baru Jayapura Serukan Hentikan Kekerasan di Tanah Papua

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Kamis 02 Februari 2023, 23:33 WIB
Paus Fransiskus mengangkat Uskup Yan sebagai Uskup Jayapura menggantikan Uskup Leo Laba Ladjar sekaligus menempatkan Uskup Yanuarius...
DOK MI

Kapolres Tegaskan Berita Penculikan Balita Dan Siswa Di Jember Hoaks

👤Widhoroso 🕔Kamis 02 Februari 2023, 23:06 WIB
KAPOLRES Jember AKB Hery Purnomo menegaskan tidak ada kasus penculikan anak-anak balita dan siswa seperti yang ramai di sejumlah media...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya