Jumat 20 Januari 2023, 17:42 WIB

Waspada Erupsi Marapi, BPBD Agam Pasang Rambu Evakuasi

Yose Hendra | Nusantara
Waspada Erupsi Marapi, BPBD Agam Pasang Rambu Evakuasi

ANTARA/Iggoy el Fitra
Gunung Marapi mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari Talao Mundam, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar, Kamis (12/1).

 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatra Barat, memasang rambu evakuasi di sejumlah perkampungan di Kecamatan Canduang atau lereng Gunung Marapi. Hal ini untuk memudahkan evakuasi warga ketika terjadi erupsi Marapi.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Bambang Warsito, mengatakan, pemasangan rambu itu dilakukan dalam rangka siaga bencana erupsi Gunung Marapi. Untuk pemasangan rambu dan survei ini, pihaknya melibatkan Kelompok Siaga Bencana (KSB) nagari hingga kecamatan di wilayah sekitar lereng Marapi.

"Hal ini agar KSB, pihak nagari dan kecamatan menjalin koordinasi yang lebih intens dalam penanggulangan bencana erupsi, jika intensitasnya semakin meningkat nantinya," kata Bambang di Agam, Jumat (20/1).

Dia menyebut, terdapat tiga titik atau wilayah lereng Marapi yang disurvei untuk pemasangan rambu evakuasi tersebut. Tiga lokasi itu yakni Rumbai Cumantiang, Tabek Gadang, dan Guguak yang menjadi wilayah perbatasan Lasi dan Bukik Batabuah, Agam.


Baca juga: Polisi Persempit Ruang Gerak Geng Motor di Lembang


Menurut Bambang, ketiga wilayah itu merupakan perkampungan paling dekat dengan kawah Gunung Marapi sehingga hal ini mesti diwaspadai. Kendati begitu, kata dia, saat ini wilayah tersebut masih berada dalam radius aman.

"Dalam radius aman sesuai imbauan pengamatan gunung api (PGA) yakni 3 kilometer dari kawah, memang kampung ini masih terbilang aman tapi tentu kita harus bersiap," ujarnya.

Bambang menekankan, survei dan pemasangan rambu evakuasi itu dilakukan juga dengan merunut data dari pos PGA Marapi. Pihaknya berharap, adanya pemasangan rambu jalur evakuasi tersebut, bisa mempermudah masyarakat jika nanti terjadi bencana di Gunung Marapi.

"Kita harap masyarakat mengetahui dan memahami jika terjadi bencana. Kita minta pihak nagari atau KSB untuk mendata berapa jumlah warga yang berada di permukiman terdekat," ujar Bambang.

Ia menambahkan, aktivitas warga Agam yang tinggal di sekitar gunung dengan ketinggian 2.891 meter di atas permukaan laut itu terpantau masih normal dan belum terganggu sejauh ini. (OL-16)

 

Baca Juga

ANTARA

Warga Bandung Keberatan Harus Tunjukkan KTP Dalam Pembelian Minyakita

👤Naviandri 🕔Kamis 09 Februari 2023, 20:01 WIB
HINGGA kini minyak goreng kemasan bersubsidi, Minyakita sulit didapat. Bahkan jikapun ada harganya di atas harga eceran tertinggi...
DOK MI

Anggaran Kebencanaan Di Kota Sukabumi Masih Minim

👤Benny Bastiandy 🕔Kamis 09 Februari 2023, 19:49 WIB
ALOKASI anggaran kebencanaan di Kota Sukabumi, Jawa Barat, relatif masih cukup...
ANTARA

Cuaca Ekstrem Ancam Sejumlah Daerah di Jateng Selatan Dalam Tiga Hari Mendatang

👤Lilik Darmawan 🕔Kamis 09 Februari 2023, 19:42 WIB
CUACA ekstrem masih mengancam sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan hingga tiga hari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya