Selasa 17 Januari 2023, 14:07 WIB

Jawa Tengah Klaim Surplus Beras tapi Harga Beras Masih Tinggi

Akhmad Safuan | Nusantara
Jawa Tengah Klaim Surplus Beras tapi Harga Beras Masih Tinggi

dok.Ant
Petani sedang memanen padi di sawah.

 

MUSIM panen sudah dimulai, bahkan secara perhitungan Jawa Tengah surplus beras hingga 1,2 juta ton. Herannya mengapa harga beras kelas medium dipasarkan di daerah pantura Jawa Tengah masih tinggi mencapai Rp12.000-Rp13.000 per kilogram, operasi pasar kembali dilakukan untuk meringankan beban warga.

Pemantauan Media Indonesia, Selasa (17/1/2023) beberapa daerah di Jawa Tengah mulai memasuki musim panen, setelah  Grobogan segera menyusul Demak, Batang, Semarang dan Blora diperkirakan pada bulan ini juga.

Namun, menjelang panen raya pada awal Februari mendatang, harga beras kelas medium di berbagai daerah di pantura Jawa Tengah seperti Demak, Semarang, Kendal, Batang dan Pekalongan masih cukup tinggi yakni Rp12.000-Rp13.000 per kilogram.

Kondisi ini sebenarnya cukup ironi, karena Provinsi Jawa Tengah telah mencapai swasembada beras, surplus 1,2 juta ton, yakni dengan produksi padi mencapai 9,2 juta ton (setara 5,4 juta ton beras).

"Jateng disebut sebagai lumbung beras terbesar nasional, bahkan memasok kebutuhan beras DKI Jakarta, Maluku, Kalimantan Selatan, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur dan diekspor ke sejumlah negara," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sentra penghasil beras Jateng yakni Sragen, Grobogan, Cilacap, Demak, Pati, Blora, Brebes, Pemalang dan Wonogiri, lanjut Ganjar Pranowo, secara keseluruhan luas lahan mencapai lebih 1,70 juta hektare, maka produksi beras setiap tahunnya akan terus ditingkatkan.

Sementara itu memenuhi kebutuhan pangan warga menghadapi masih tingginya harga beras, Pemerintah Kota Pekalongan menggelar operasi pasar murah di 27 kelurahan hingga tujuh hari kedepan. "Paket beras premium lima kilogram, satu kilogram gula pasir dan satu liter minyak goreng hanya dijual Rp55.0000," kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pekalongan Budiyanto.

Operasi pasar bekerjasama dengan Perum Bulog Pekalongan, jelas Budiyanto, yakni 500 paket setiap kelurahan,  bertujuan bertujuan untuk membantu masyarakat agar bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah. "Kita beri subsidi Rp25.000 per paket," imbuhnya.

Pejabat Bupati Batang Lani Dwi Rejeki juga mengungkapkan hal serupa, untuk menekan harga beras dan kebutuhan lainnya telah melakukan operasi pasar sejak bulan lalu. "Kita gelontoran 1.000 paket dalam operasi pasar berisi beras, gula dan minyak goreng," tambahnya.

Hal senada juga dikatakan Plt Wali Kota Semarang bahwa untuk mengendalikan harga dan tetap menjaga inflasi dibawah lima persen telah diperintahkan instansi terkait untuk operasi pasar. (OL-13)

Baca Juga: Ganjar Bawa Jateng Jadi Lumbung Beras Nasional

Baca Juga

DOK.MI

Waspada Dampak Hujan dan Angin Kencang di Bali hingga 30 Januari

👤Ruta Suryana 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 20:05 WIB
Dampak yang berpotensi terjadi akibat cuaca ekstrem antara lain banjir, tanah longsor, pohon tumbang, angin kencang,...
DOK.MI

Berlayar tanpa ABK, Nakhoda KM Dimas Hilang Kontak di Perairan Lebak

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 18:43 WIB
Makmur pada Senin (23/1) pukul 09.00 WIB berangkat melaut untuk mencari ikan di perairan Binuangen tanpa anak buah kapal...
MI/Haryanto

Selamatkan Lahan Kritis, Ganjar Tanam 1.500 Pohon di Area Rawan Longsor-Banjir Bandang

👤Haryanto 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 17:35 WIB
GUBERNUR Jawa Tengah Ganjar Pranowo, melakukan penanaman pohon di lahan kritis yang berada di Desa Nyemoh, Kecamatan Bringin, Kabupaten...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya