Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
AKIBAT cuaca ekstrem gelombang tinggi di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) selama tiga minggu terakhir, kapal feri penyeberangan Kupang-Larantuka milik ASDP tidak diizinkan berlayar.
Hal tersebut membuat kewalahan para penumpang maupun sejumlah sopir mobil expedisi di Pelabuhan Feri Waibalun, yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Bolok, Kupang.
Arton Medo, sopir mobil expedisi asal Kupang, ketika ditemui di Pelabuhan Feri Waibalun, Kelurahan Waibalun, Kecamatan Larantuka, Flores Timur, Selasa (10/1), mengatakan dirinya bersama sopir lainnya sudah berada di pelabuhan ASDP Feri Waibalun Larantuka sejak 26 Desember lalu.
Baca juga: Puncak Arus Balik, Ratusan Penumpang Padati Pelabuhan Larantuka
"Kita tiba di pelabuhan feri ini sudah dari 26 Desember lalu dan sampai hari ini juga belum dapat info pasti terkait penyeberangan kapal," ujarnya
Untuk bertahan hidup di pelabuhan, Arton bersama rekan-rekanya patungan untuk membeli beras dan lauk pauk setiap harinya
"Untuk bertahan hidup di sini, setiap hari, kami, semua sopir expedisi yang sudah ada di pelabuhan, patungan untuk membeli beras dan lauk," ungkap Arton.
Sementara itu, Nyoman Dapet, sopir expedisi lainnya mengeluhkan muatannya yang sudah mulai rusak.
"Barang muatan saya seperti buah-buahan sebagian sudah mulai rusak karena saya sudah tigga minggu berada di Pelabuhan Feri Waibalun ini," kata Nyoman.
Menurutnya, jika cuaca seperti biasanyanya, dalam waktu tiga minggu, muatannya pasti sudah sampai di Bali.
"Rute saya Bali-Kupang-Flores. Butuh waktu 3 minggu. Kalau kapal feri belayar seperti biasanya, saat ini, seharusnya saya sudah sampai di Bali," kata Nyoman.
Ia pun tidak bisa berkeluh lebih jauh sebab apa yang dilakukan oleh pihak ASDP sesuai dengan arahan BMKG dan demi keselamatan bersama.
"Yah namanya juga karena cuaca, tidak ada yang salah. Semuanya juga demi keselamatan kita bersama," tandasnya. (OL-1)
Ibadah Jumat Agung berlangsung di 9.000 gereja yang tersebar di seluruh NTT.
USKUP Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menyukseskan pelaksanaan Semana Santa 2025.
SEBUAH kapal yang membawa BBM Pertamina terbakar di Pelabuhan Laut Larantuka, Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ratusan umat Katolik Santo Markus Waimana satu berkumpul untuk merayakan Hari Kenaikan Isa Almasih di Gereja Santo Markus Waimana satu, Larantuka, NTT.
Oknum polisi di Flores Timur Melakukan Kekerasan Terhadap Dua Anak Buah Kapal karena Masalah Kembalian Uang Sebesar Rp25 ribu
Merayakan HUT Ikahi, Pengadilan Negeri Larantuka dan Sekretaris Pengadilan Agama Larantuka memberikan bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat di pelosok Kabupaten Flores Timur.
Cuaca buruk berupa hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan dalam beberapa hari terakhir.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved