Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) meminta masyarakat untuk terus mewaspadai bencana hidrometeorologi. Pasalnya, BMKG masih mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Banyumas Budi Nugroho mengatakan pihaknya meminta masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan bencana. "Apalagi, di Banyumas masih terjadi. Seperti pada akhir pekan lalu di Desa Watuagung, Kecamatan Tambak. Di desa setempat ada longsor yang mengancam sejumlah rumah. Material longsor menutup jalan kabupaten," jelas Budi, Senin (9/1).
Menurutnya, pihaknya bersama relawan telah menyingkirkan material longsor yang menutup jalan kabupaten. Sedangkan pemilik rumah sudah mengungsi di rumah anaknya. “Kami masih mengimbau kepada masyarakat untuk waspada, karena berdasarkan prakiraan BMKG masih ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi," ujarnya.
Terpisah, pengamat Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan mengatakan bahwa potensi hujan sedang hingga deras masih potensial terjadi, Selasa (10/1) besok.
"Potensi hujan dengan intensitas sedang dan lebat yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara dan Wonosobo. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Terutama yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, hujan es, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi," katanya. (OL-15)
BMKG juga mencatat potensi hujan lebat dapat terjadi secara lokal, seperti di wilayah Pulosari, Kabupaten Pemalang, serta Bumijawa dan Bojong di Kabupaten Tegal.
BMKG peringatkan potensi cuaca ekstrem 30 Maret-2 April 2026. Hujan lebat dan angin kencang berisiko picu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG Samarinda mengeluarkan peringatan dini potensi banjir dan longsor di Kalimantan Timur (Kaltim) periode 11-20 Maret 2026 akibat curah hujan tinggi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat cuaca ekstrem ini.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah ibu kota selama sepekan ke depan.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan hari ini, 6 Maret 2026. Makassar dan sekitarnya berpotensi hujan lebat hingga 13:10 WITA.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Arianto, di Kediri, Minggu, mengemukakan BPBD secara masif memberikan informasi terkait dengan prakiraan cuaca.
BMKG juga mencatat potensi hujan lebat dapat terjadi secara lokal, seperti di wilayah Pulosari, Kabupaten Pemalang, serta Bumijawa dan Bojong di Kabupaten Tegal.
Hujan deras disertai angin kencang membuat pohon tumbang dan mengalangi jalan protokol hingga sebagian jalan tergenang banjir.
Selain kepadatan lalulintas di sejumlah jalur arus balik lebaran di Jawa Tengah, pemudik balik sedang melintas juga diminta untuk mewaspadai kondisi cuaca buruk.
BMKG peringatkan potensi cuaca ekstrem 30 Maret-2 April 2026. Hujan lebat dan angin kencang berisiko picu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Indonesia.
Warga membersihkan pohon tumbang akibat angin puting beliung di Desa Bantardawa, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved