Jumat 06 Januari 2023, 23:04 WIB

BMKG Deteksi 7 Sesar Aktif Kelilingi Cianjur, Warga tidak Perlu Panik

mediaindonesia.com | Nusantara
BMKG Deteksi 7 Sesar Aktif Kelilingi Cianjur, Warga tidak Perlu Panik

ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Desa Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merupakan daerah yang paling parah mengalami kerusakan akibat gempa 5,6 M.

 

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tujuh sesar aktif teridentifikasi mengelilingi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, serta diduga masih ada patahan lain yang belum teridentifikasi, sehingga warga diminta untuk tetap waspada.
 
Kepala BMKG Dwikorita Karnawari saat dihubungi dari Cianjur, Jumat (6/1), mengatakan, masyarakat di Cianjur diminta untuk tidak panik meski dikelilingi banyak sesar. Namun, pihaknya meminta pemerintah daerah kembali mengatur tata ruang sesuai dengan rekomendasi BMKG.
 
"Jangan panik, namun warga harus tetap waspada ketika membangun rumah harus tahan gempa atau berkonsultasi ke dinas terkait sebelum membangun. Pemerintah daerah harus kembali mengatur tata ruang per wilayah, sebagai upaya antisipasi terjadi gempa serupa kemudian hari," katanya.
 
Pencegahan dan mitigasi bencana gempa bumi yang dilakukan BMKG, kata Dwikorita, adalah dengan mengidentifikasi klaster patahan dan menyosialisasikan hasil kajian ke pemerintah termasuk ke Pemkab Cianjur, tidak ke warga karena akan menimbulkan keresahan.
 
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan hasil identifikasi sesar atau patahan yang menjadi penyebab gempa berkekuatan 5,6 Magnitudo di Kabupaten Cianjur adalah Sesar Cugenang, termasuk sesar lain yang sudah teridentifikasi melintasi Cianjur.


Baca juga: Relawan Gardu Ganjar Banten Berikan Bantuan bagi Korban Banjir dan Longsor di Lebak

 
"Sesar yang melintasi dan mengelilingi Cianjur di antaranya Sesar Cimandiri, Sesar Nyalindung-Cibeber, Sesar Rajamandala, termasuk sesar lain yang berdekatan dengan Cianjur seperti Sesar Cirata, Sesar Padalarang Bagian Barat, dan Sesar Lembang," katanya.
 
Ia menjelaskan, Cianjur merupakan zona sesar yang sangat rumit dan sangat aktif yang sebagian besar bagian dari Sesar Cimandiri termasuk Sesar Cugenang, di mana berdasarkan data aktivitas kegempaan BMKG sejak 2008, sesar tersebut sangat aktif.
 
Pihaknya juga menemukan aktivitas kegempaan di zona Sesar Cimandiri yang kemungkinan berasal dari patahan yang belum terpetakan atau teridentifikasi termasuk Sesar Cugenang yang baru teridentifikasi.
 
"Sesar yang belum terpetakan harus menjadi kewaspadaan semua pihak karena ditakutkan akan terjadi aktivitas kegempaan yang merusak. Pemerintah daerah harus melihat aspek histori atau sejarah kegempaan di
wilayahnya," katanya.
 
Karena, ketika gempa besar pernah terjadi di satu wilayah akan kembali terjadi beberapa puluh tahun setelahnya seperti di Cugenang pernah terjadi gempa besar pada 1879 dan 1897 yang sesarnya tidak teridentifikasi. (Ant/OL-16)
 

Baca Juga

DOK. 123RF

Gempa Bermagnitudo 5,4 terjadi di Jayapura

👤Terry Leisubun 🕔Kamis 09 Februari 2023, 15:48 WIB
Aparat gabungan TNI/Polri dan instansi lainnya saat ini sedang membantu korban yang tertimpa reruntuhan bangunan akibat gempa...
ANTARA FOTO/Eric Ireng

Polisi Temukan 19.548 Liter Minyakita di Gudang Weleri Kendal

👤Akhmad Safuan 🕔Kamis 09 Februari 2023, 15:47 WIB
"Jumlah minyak goreng bersubsidi Minyakita tersimpan di gudang itu mencapai 19.548 liter atau 17,5 ton, sehingga terjadi kelangkaan di...
mediaindonesia.com/freepik

Jumlah Anak Pengidap Diabetes di Kota Semarang Naik 40 Persen

👤Akhmad Safuan 🕔Kamis 09 Februari 2023, 15:40 WIB
"Dibandingkan tahun 2021, jumlah anak mengidap diabetes pada tahun 2022 meningkat cukup besar, sehingga perlu penanganan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya