Selasa 03 Januari 2023, 10:00 WIB

Di 2022 Inflasi Kalteng Capai 6,32% Turun Dibanding Tahun lalu

Surya Sriyanti | Nusantara
Di 2022 Inflasi Kalteng Capai 6,32% Turun Dibanding Tahun lalu

dok.humas kalteng
Pemprov Kalteng gencar melakukan pasar murah bahan pokok untuk menekan laju inflasi akibat kenaikan harga kebutuhan pokok

 

BERBAGAI upaya yang dilakukan oleh Pemprov Kalteng dalam menekan angka inflasi akhirnya membuahkan hasil. Hal itu terlihat dari angka inflasi di Kalteng yang turun dari 6,97% (yoy) peringkat ke 2 nasional, berhasil turun 6,32% (yoy) ke peringkat 9 secara nasional .

Hal ini diungkapkan Sekretaris Daerah H. Nuryakin selaku Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah ( TPID) di Palangkaraya, Senin (2/01) malam. Menurut Nuryakin keberhasilan menurunkan angka inflasi di Kalteng tidak terlepas dari upaya Pemprov Kalteng dan TPID melaksanakan berbagai upaya menekan laju inflasi, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

"Kita perlu bersyukur dengan melaksanakan pasar murah dan pasar penyeimbang,BLT hingga Bansos  yang dilaksanakan secara masif di seluruh kabupaten dan kota, mampu mempertahankan daya beli masyarakat. Alhamdulilah secara nasional inflasi kita bisa turun dari posisi ke dua ke posisi sembilan pada akhir Desember 2022, dan ini sebagaimana harapan bapak Gubernur, akhir tahun optimis angka inflasi akan turun," ucap Nuryakin.

Nuryakin menyebut, keberhasilan menurunkan angka inflasi tersebut disamping upaya yang dilakukan, tidak terlepas juga dari ide dan gagasan Gubernur Kalimantan Tengah yang didukung oleh masyarakat, diantaranya aksi Gerakan Tanam Bawang Merah dan Cabai (Gertam Babe) Berkah dan gerakan pemanfaatan lahan dan pekarangan untuk menanam kebutuhan jangka pendek.

Masalah inflasi menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, pada  setiap kesempatan, Gubernur H. Sugianto Sabran selalu mengingatkan bahkan menginstruksikan kepada bupati/wali  kota agar menganggarkan secara khusus untuk ketahanan pangan di masing-masing
daerah, ujarnya.

"Hal ini dilakukan tentu bercermin dari inflasi yang terjadi saat ini, agar masing-masing daerah kedepan memiliki daya tahan yang kuat apabila terjadi inflasi lagi," tutur Sekda. (OL-13)

Baca Juga: Inflasi 2022 di DIY Sentuh 6,49% Dipicu Telur Ayam dan Tomat

 

Baca Juga

DOK.MI

Situasi Polres Malinau Kaltara Kondusif Usai Dirusak Massa

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:20 WIB
Peristiwa ini berawal dari tertembaknya korban LH oleh Brigadir W dari Tim Intel Resmob Kompi 4 Yon A Pelopor Polda...
ANTARA/Istafan Najmi

BKSDA Teliti Perilaku Harimau Sumatra Serang Warga di Aceh Selatan

👤Amiruddin Abdullah 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:05 WIB
Sampel darah harimau tersebut akan dikirim ke Laboratorium PSSP Bogor untuk pemeriksaan canine distemper...
ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Kirab Barongsai dan Liong Meriahkan Cap Go Meh di Denpasar

👤Ruta Suryana 🕔Minggu 05 Februari 2023, 22:40 WIB
Kirab barongsai dan liong tidak hanya melibatkan warga keturunan Tionghoa dan umat di klenteng, tetapi juga masyarakat Hindu Bali dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya