Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Transformasi Pendidikan Perkuat Kualitas SDM di Kalteng

Rahmatul Fajri
10/1/2026 18:17
Transformasi Pendidikan Perkuat Kualitas SDM di Kalteng
Ilustrasi(Antara)

Transformasi sektor pendidikan di Kalimantan Tengah (Kalteng) di bawah kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo mendapat legitimasi kuat dari masyarakat. Hasil survei nasional terbaru menunjukkan tingkat kepuasan publik yang nyaris sempurna terhadap Program Pendidikan Huma Betang, sebuah kebijakan strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di Bumi Tambun Bungai.

Berdasarkan Survei Teropong Daerah Litbang Kompas yang dirilis pada Jumat (9/1), tingkat kepuasan publik terhadap Program Pendidikan Huma Betang mencapai 97,8%. Survei yang dilakukan pada 6-10 Oktober 2025 ini melibatkan pelajar dan tenaga pendidik jenjang menengah di seluruh Kalimantan Tengah sebagai responden.

Tingginya angka kepuasan ini berbanding lurus dengan persepsi positif terhadap kinerja Gubernur Agustiar Sabran yang menyentuh angka 97,6%. Program ini dinilai berhasil karena menyentuh aspek fundamental pendidikan yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Evaluasi publik dalam survei tersebut terfokus pada empat pilar utama Program Huma Betang. Pertama, digitalisasi pendidikan dengan menyalurkan televisi interaktif dan penyediaan internet gratis.

Kedua, sarana dan prasarana dengan merenovasi fasilitas sekolah secara masif. Ketiga, kelas digital Huma Betang atau platform pembelajaran daring yang inklusif. Terakhir, bantuan pendidikan berupa seasiswa, sekolah gratis, hingga bantuan seragam bagi siswa kurang mampu.

Sektor digitalisasi pendidikan menjadi program yang paling diunggulkan dengan tingkat apresiasi mencapai 95 persen. Responden menilai langkah ini efektif dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan membuat akses informasi menjadi lebih cepat serta adaptif terhadap zaman.

Meski meraih angka kepuasan yang sangat tinggi, survei tersebut juga memotret sejumlah tantangan yang perlu segera dibenahi oleh Pemerintah Provinsi Kalteng. Ketersediaan pasokan listrik dan jaringan internet yang belum merata di wilayah pelosok masih menjadi kendala dalam penerapan Kelas Digital.

Selain itu, publik memberikan catatan mengenai pentingnya peningkatan kompetensi tenaga pendidik agar mampu mengimbangi fasilitas teknologi yang telah disediakan. Pelatihan berkelanjutan bagi guru dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan transformasi digital berjalan optimal. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya