Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah memberi bantuan senilai Rp9.145.223.600 untuk pemulihan bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov Kalteng, Kodam XII/Tanjungpura, Polda Kalteng, Kejati Kalteng, Binda Kalteng, Pengadilan Tinggi Palangka Raya, Lanud Iskandar, Lanal Kumai, pemerintah kabupaten/kota, Bank Kalteng, Bank Himbara, dunia usaha, mahasiswa, hingga peran besar masyarakat Kalteng yang tak henti menunjukkan empati dan kepedulian.
Bantuan dilepas secara resmi oleh Gubernur Agustiar Sabran bersama Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, Pangdam XXII / Tambun Bungai Mayjend TNI Zainul Arifin dan Kepala Badan Intelejen Daerah di Halaman Kantor Gubernur pada Kamis (11/12).
Agustiar mengatakan bantuan ini adalah wujud nyata dari nilai-nilai gotong royong dan rasa persaudaraan yang tertanam kuat sesuai falsafah Huma Betang.
“Ini adalah bukti bahwa Kalimantan Tengah hadir untuk meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita di Sumatera,” kata Agustiar, melalui keterangannya, Jumat (12/12).
“Semoga seluruh bantuan yang kita kirimkan ini dapat sedikit meringankan beban dan mempercepat pemulihan di wilayah yang terdampak,” tuturnya.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung melaporkan rincian bantuan keuangan bagi 3 daerah di Pulau Sumatra. Pertama adalah Bantuan Keuangan dari Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Tengah senilai Rp3.900.000.000. Kedua, donasi dari ASN/Tekon dan Siswa SMA/SMK Pemprov Kalteng Rp745.702.000. Lalu bantuan berupa barang senilai Rp50.000.000; Bank Kalteng Rp700.000.000; Bank Indonesia dan perkumpulan 15 Bank sebesar Rp20.000.000; Polda Kalteng berupa barang senilai Rp600.000.000; dan bantuan dari mahasiswa sebanyak Rp129.521.600. Jumlah bantuan yang disalurkan sebesar Rp9.145.223.600.
“Dampak bencana bukan hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga memaksa ribuan warga mengungsi serta kehilangan mata pencaharian,” pungkas Leo.(H-2)
TNI dan Pemprov Riau menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah bagi siswa-siswi sekolah dasar di Aceh Utara.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, kebutuhan akan bantuan kemanusiaan menjadi semakin mendesak.
PT Pertamina melalui Rumah BUMN Pertamina Banjarmasin menunjukkan peran dalam penanganan bencana.
Selain kebutuhan primer, salah satu yang juga dibutuhkan warga Aceh Tamiang adalah bantuan untuk memperbaiki kendaraan yang rusak akibat banjir.
Anggota Komisi VIII DPR RI Mahdalena meminta pemerintah memastikan penyaluran bantuan korban banjir dan longsor di Sumatera tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Mendagri Tito Karnavian mengirim 1.132 praja IPDN untuk mempercepat pemulihan pemerintahan dan layanan publik pascabencana di Aceh Tamiang.
ANGGOTA Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, mendukung langkah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) yang menggugat enam perusahaan besar atas dugaan keterlibatan bencana banjir Sumatra
Kerusakan padang lamun di pesisir Jawa dan sebagian Sumatra berpotensi menjadi salah satu sumber emisi karbon tersembunyi terbesar di Indonesia.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan mengatakan, dari total 18 unit huntara, tiga unit telah dihuni warga Desa Gedumbak
Donasi ini merupakan hasil penggalangan dana sukarela dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai BUMD, serta masyarakat Kabupaten Sumedang
SATUAN Tugas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI mengungkapkan empat permasalahan utama yang harus segera dituntaskan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatra.
ANGGOTA Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan mendukung Kemendagri mengalokasikan anggaran sebesar Rp59,25 triliun untuk pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Sumatra.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved