Selasa 27 Desember 2022, 18:32 WIB

Peneliti : Perlu Aktivitas Berkelanjutan dan Tanggung Jawab Jaga Daya Dukung Danau Toba

Mediaindonesia.com | Nusantara
Peneliti : Perlu Aktivitas Berkelanjutan dan Tanggung Jawab Jaga Daya Dukung Danau Toba

Antara/Nova Wahyudi
Danau Toba

 

DANAU Toba merupakan destinasi penting secara historis dan ekonomi masayarakat Indonesia, khususnya Sumatera Utara. Bermacam-macam kegiatan mulai dari pariwisata, rumah tangga, transportasi, peternakan, pertanian, budidaya perikanan, hingga pabrik-pabrik industri telah lama dilakukan di kawasan Danau Toba. 

Penataan kawasan Danau Toba yang merupakan agenda pemerintah masih menjadi perdebatan hangat hingga saat ini. Berbagai pandangan pro dan kontra mewarnai rencana pemerintah untuk menertibkan kawasan Danau Toba hingga mengembalikan kualitas airnya menjadi Oligotrofik, di mana kondisi airnya sangat bening dan jernih sehingga apa yang ada didalamnya cenderung dapat dilihat. Selain itu, mempunyai ketersediaan oksigen yang memadai dan tidak pernah habis dari permukaan air hingga dasar danau.

Ketua Peneliti Kajian Daya Dukung & Daya Tampung Danau Toba (DDDT) serta Guru Besar Universitas Sumatra Utara Ternala Barus yang baru saja merampungkan penelitiannya di 2022 terkait Daya Dukung dan Daya Tampung Danau Toba yang diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatra Utara, menyampaikan, dari pemantauan 4 tahun berturut-turut pada 2005-2008, ditemukan nilai Oksigen yang terlarut (DO) pada 2006 memang terjadi penurunan. 

"Namun begitu, jika kita menginginkan status Oligotrofik, itu artinya tidak diperbolehkannya kegiatan apapun di Kawasan Toba," katanya.

Kawasan Danau Toba tidak dapat dipisahkan dari kegiatan ekonomi yang menjadi penopang dan sumber kehidupan masyarakat setempat. Di sisi lain, kelestarian lingkungan tidak dapat ditawar, oleh sebab itu semua aktivitas ekonomi dan wisata harus dilakukan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Baca juga : Belum Ada Perahu Karet, Warga Pandeglang Berjalan Lintasi Banjir

Pemanfaatan Danau Toba yang bersifat multiguna mencakup pariwisata, transportasi, konservasi dan akuakultur perlu berjalan secara seiring sesuai dengan pengaturan zonasi yang telah diatur dan disepakati dalam aturan yang ada. 

"Pengembangan kegiatan ekonomi dan konservasi harus seimbang dan mengadopsi prinsip-prinsip keberlanjutan. Pencegahan pencemaran danau Toba perlu dilakukan dengan menyeluruh, baik dari sumber pencemar di darat maupun di perairan, yang berasal dari beragam aktivitas ekonomi dan sosial yang ada," ujarnya.

Dalam sosialisasi hasil penelitianya di hadapan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi Sumut, Pemerintah Kabupaten di Sekitar Danau Toba serta Dinas terkait, Ternala mengungkapkan, hasil kajian Daya Dukung Danau Toba sebesar 55.083,16 ton per tahun. 

"Daya dukung ini tentu dapat dijalankan dengan mengaplikasikan tata kelola pembangunan yang berkelanjutan, yang meliputi pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan sosial, dan keberlanjutan lingkungan," pungkasnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

Dok. Pemprov Jateng

Peringati 1 Abad NU, PBNU Silaturahmi ke Ponpes Roudlotus Sholichin

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 10:22 WIB
Rombongan PBNU yang diwakili Wakil Sekretaris Jendral Isfandiari Mahbub Djunaidi di Ponpes Roudlotus Sholichiin kali ini merupakan...
MI/Supardji Rasban

DPW Nasdem Jateng Ingatkan Antar Caleg NasDem Jangan Bersaing

👤Supardji Rasban 🕔Minggu 05 Februari 2023, 10:15 WIB
CALON Legislatif (caleg) Partai NasDem diminta untuk tidak saling bersaing dengan antarcaleg Partai NasDem sendiri dalam kontestasi...
ANTARA

Ada Naga 38 Meter di Cap Go Meh Putussibau

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 08:51 WIB
Sebelum berkeliling di pusat Kota Putussibau, naga sepanjang 38 meter itu terlebih dahulu melakukan ritual di depan Klenteng atau Pekong...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya