Senin 05 Desember 2022, 21:12 WIB

BPBD Garut: 135 Rumah Retak akibat Gempa, tapi Masih Bisa Ditempati

Kristiadi | Nusantara
BPBD Garut: 135 Rumah Retak akibat Gempa, tapi Masih Bisa Ditempati

MI/Kristiadi/DOK.BPBD
Satu rumah mengalami kerusakan berat di Jalan Gunung Karikil, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, akibat gempa.

 

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyatakan sebanyak 135 rumah terdampak guncangan gempa berupa retakan kecil pada dinding bangunan sehingga masih bisa ditempati warga karena kondisinya dinilai masih aman.
 
"Yang 135 itu terdampak, terdampak dalam artian tidak ada perubahan struktur, hanya retak-retak biasa, dan masih bisa dimanfaatkan,
dipakai," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satria Budi di Garut, Senin (5/12).
 
Ia menuturkan kejadian gempa bermagnitudo 5,1 dengan episentrum di selatan Garut pada Sabtu (3/12) cukup dirasakan masyarakat di Kabupaten Garut.
 
Petugas BPBD maupun instansi lainnya, kata dia, langsung melakukan pengecekan seluruh daerah di Garut untuk mengetahui dampak kerusakan dari gempa bumi tersebut.
 
Hasilnya, kata dia, dilaporkan ada 135 rumah warga tersebar di 40 desa, 16 kecamatan terdampak bencana gempa dengan tingkat kerusakan seperti retakan kecil pada bangunan rumah.


Baca juga: OMG Berikan Bantuan Genset dan Lampu Bagi Warga di Muaro Jambi

 
"Dampaknya hanya ada retakan-retakan rambut atau retakan kecil yang tidak membahayakan," kata Satria.
 
Ia menegaskan hasil kajian di lapangan kondisi rumah warga yang terdampak gempa masih bisa ditempati, dan tidak perlu mengungsi melainkan tetap bertahan di rumahnya masing-masing dan selalu waspada.
 
"Rumah itu pun masih bisa ditempati sehingga penghuninya tidak perlu mengungsi," katanya.
 
Ia menambahkan pemerintah daerah tidak mengalokasikan anggaran khusus bantuan untuk rumah warga yang terdampak gempa tersebut karena tingkat kerusakannya tidak masuk pada kategori rusak ringan dan kondisi rumah masih aman untuk ditempati.
 
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana alam, apalagi saat musim hujan yang potensi bencananya cukup tinggi yakni longsor, banjir, maupun ancaman lainnya.
 
"Ancaman bencana harus menjadi perhatian semua pihak untuk melakukan pencegahan dan penanganannya," kata Satria. (Ant/OL-16)
 
 

Baca Juga

Ist

Cegah Virus ASF, NTT Larang Pengiriman Ternak Babi Antarpulau

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 14:01 WIB
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur masih melarang melakukan pengiriman ternak babi antarpulau dari NTT sebagai upaya pencegahan...
Antara

Bantul Programkan Penanaman Padi Jenis Nutri Zink

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 13:03 WIB
Padi Nutri Zinc merupakan varietas unggul yang mempunyai kandungan nutrisi lain dengan padi yang...
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Jaga Stabilitas Harga, Bupati Bandung Bertekad Amankan Suplai Barang Kebutuhan

👤Naviandri 🕔Rabu 08 Februari 2023, 12:35 WIB
Kami akan berupaya dan terus mencari suplai supaya kebutuhan pasar di wilayah Kabupaten Bandung bisa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya