Senin 05 Desember 2022, 13:10 WIB

Komunitas Literasi NAD Luncurkan Kumpulan Cerpen Awi Chin di Bandung

Naviandri | Nusantara
Komunitas Literasi NAD Luncurkan Kumpulan Cerpen Awi Chin di Bandung

MI/NAVIANDRI
Buku kumpulan cerpen Biarkan Kematian Merayakan Kehidupan karya Awi Chin

 

KOMUNITAS Literasi Nulis Aja Dulu (NAD) bekerja sama dengan Penerbit Buku Mojok meluncurkan buku kumpulan cerpen karya Awi Chin yang berjudul : Biarkan Kematian Merayakan Kehidupan.

Buku kumpulan cerpen yang banyak mengangkat kisah-kisah kehidupan dan
lokalitas dari Kalimantan ini, memuat berbagai point of view (POV) yang unik di dalamnya. Seperti contohnya POV Kuntilanak, POV binatang dan lainnya.

Bertempat di Kafe Nakara  ditemani moderator Indra Pratama dari NAD, suasana peluncuran buku berlangsung dengan santai ditemani rintik hujan yang turun sejak sore di Kota Bandung.

Buku Awi Chin ini berisikan tema-tema kematian dan kehilangan di awal halaman. Awi memberikan peringatan di dalamnya.

Awi juga menyarankan mereka yang merasa kondisi mentalnya sedang tidak
baik-baik saja untuk tidak meneruskan membaca cerita-cerita di dalam
buku ini.

Menurut Awi, buku kumcer terbaru ini memiliki 16 cerita, diterbitkan Penerbit Buku Mojok dan dijual dengan harga Rp65.000. Rating
buku ini untuk pembaca dewasa berusia 16 tahun ke atas.

Sebagai keturunan Cina dan Dayak Kalimantan, Awi banyak mengangkat isu-isu yang terjadi di Kalimantan dalam ceritanya. Termasuk sedikit tentang sejarah kelam orang Dayak yang dibunuh dengan kejam.

Awi sendiri merupakan salah satu penulis Emerging Writer di Ubud Writer and Reader Festival 2022, dan diundang untuk hadir langsung ke Pulau Bali.

"Untuk judul kumcer tadinya diambil dari salah satu judul cerpen
berjudul Gantung Diri, tapi kok terasa ngeri, takut pembaca yang tidak
sedang baik-baik saja terpicu. Akhirnya judulnya memakai Biarkan
Kematian Merayakan kehidupan. Sebab banyak sekali isu kematian dalam buku ini," terang  Awi Chin.

Sementara itu lanjut Awi, tentang cover bukunya yang menampilkan bayi
dan bunga berdasarkan saran editor. Menurut editor, setengah dari cerpen yang ada di dalam buku ini berhubungan dengan bayi, meskipun dirinya sendiri tidak terlalu menyukai anak kecil.

Selain itu, ada beberapa binatang dalam cerpen ini, paus, orangutan, penyu, kerbau, dan kupu-kupu.

"Buku kumpulan cerpen ini saya persembahkan kepada kakak perempuannya
Juwita Effendy yang meninggal seusai melahirkan anaknya. Saya menyesali
belum pernah menyatakan kepada kakak saya betapa berartinya dia di dalam hidup saya," ungkap Awi lirih.

Awi Chin saat ini sedang menggarap novel berikutnya yang ditulisnya saat residensi di Swedia. Selain menjadi penulis, Awi Chin juga menjadi salah satu fasilitator di NAD Academia yang menjadi wadah inkubasi calon-calon novelis dari komunitas literasi NAD.

Buku Biarkan Kematian Merayakan Kehidupan, saat ini sudah dicetak 1.000 eksemplar dan didistribusikan melalui toko-toko buku kecil sebagai salah satu gerakan mendukung literasi agar tidak terjadi disparitas harga yang tajam di berbagai wilayah Indonesia.

Pemesanan dan pembelian bisa datang langsung ke Kafe Nakara atau melalui akun media sosial Instagram @nakaraspaces dan @bukumojok.


Wadah penulis


Komunitas NAD merupakan komunitas literasi yang tumbuh dan berkembangkan berbasiskan media sosial FB, dan IG. Saat ini beranggotakan 25.000 orang dan peduli pada perkembangan literasi di Indonesia.

Komunitas ini sudah memiliki program NAD Academia yang menjadi inkubator melahirkan para penulis pemula dari seluruh Indonesia. Saat ini NAD memiliki sekretariat di Kafe Nakara Jalan Lengkong Besar No 51 Kota Bandung, yang terbuka untuk pengunjung dan umum serta berbagai komunitas untuk beraktivitas.

Awi Chin, Lahir dengan nama Agung Wijayanto di Jakarta, 12 November
1991. Novel debutnya berjudul Yang Tak Kunjung Usai diterbitkan tahun
2020 oleh Comma Books dan Kepustakaan Populer Gramedia (Penerbit KPG).

Di tahun yang sama ia juga memenangkan lomba cerita pendek oleh
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bertajuk #NulisDariRumah dan
cerita pendeknya yang berjudul Niskala Nakula dibukukan dalam antologi
cerpen berjudul Pesan Penyintas Siang.

Selain itu cerita pendeknya yang berjudul Petilan Cinta Nehemia yang Bunuh Diri di Tangga Surga juga masuk ke sepuluh besar lomba #RetasBudaya yang diadakan oleh Goethe House, Glam Institute, dan Gramedia Writing Project. (N-2)

Baca Juga

Dok. handout Istagram @raga.alfath

Cerita Raga Alfath Besarkan Bisnis Digital Aset.id, dari Malang Kini Ekspansi ke Ibu Kota Jakarta 

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 06 Februari 2023, 22:42 WIB
Raga membangun digital platform yang diberi nama Aset.id sejak akhir 2020. Meski baru berjalan selama dua tahun lamanya, Raga sebenarnya...
dok.ant

Di Sulawesi Tenggara hanya Minyakita yang Langka

👤Rahmat Rullah 🕔Senin 06 Februari 2023, 22:37 WIB
KEPALA Perum Bulog, Sulawesi Tenggara (Sultra), Siti Mardati Saing menjelaskan, khusus minyak goreng, merek Minyakita yang disubsidi...
Dok. KSP

Padi Reborn dan D'Masiv Sukes Hibur Pecinta Musik Cilegon di BNI The Royale Music Fest 2023

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 06 Februari 2023, 22:32 WIB
Konser musik yang dihadiri oleh sekitar 2 ribu penonton yang mayoritas sobat padi serta massiver tersebut, bak membius para penikmat musik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya