Kamis 24 November 2022, 18:39 WIB

BMKG: Hindari Lokasi Pengungsian di Lereng Gunung dan Bantaran Sungai

Atalya Puspa | Nusantara
BMKG: Hindari Lokasi Pengungsian di Lereng Gunung dan Bantaran Sungai

ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Warga berada di tenda pengungsian darurat, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (23/11).

 

KEPALA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengimbau, dalam memilih lokasi tenda pengungsian gempa Cianjur, harus diperhatikan betul topografinya. Hal itu dilakukan demi menjaga keselamatan pengungsi.

"Dalam mendirikan tenda ini mohon jangan terlalu dekat dengan pinggir lembah. Semakin ke arah lapang itu semakin aman. Dan juga jangan terlalu dekat dengan lereng," kata Dwikorita dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (24/11).

Pasalnya, BMKG memperkirakan pada Desember curah hujan akan semakin meningkat dan bisa berlanjut sampai Januari 2023. Hal itu memunculkan potensi longsor dan banjir bandang dan akan sangat tidak aman bagi pengungsi yang berada di tenda dekat lereng-lereng gunung maupun bantaran sungai.

"Karena masih mungkin teguyur hujan dan akhirnya longsor, dan bisa juga kena getaran jadi runtuh. Hati-hati saja dalam menentukan tempat sementara untuk pengungsi," imbuh dia.


Baca juga: Pengetahuan Kebencanaan Harus Terus Diajarkan secara Masif


Terkait dengan intensitas gempa susulan, Dwikorita menyebut bahwa semakin hari gempa susulan semakin jarang dan melemah. Ia memperkirakan dalam 4 hari sampai sepekan ke depan, kondisi gempa bumi sudah mulai stabil.

Selain itu, Dwikorita juga menyatakan, berdasarkan pengamatan di lapangan, bangunan yang rusak kebanyakan terletak di atas episenter gempa bumi. Selain dari sisi lokasi, kerusakan bangunan juga ditentukan oleh kondisi konstruksi bangunan.

"Jadi poinnya adalah seandainya nanti akan dibangun kembali, Insya Allah dengan kondisi tersebut masih bisa di lokasi yang sama,karena kondisi tanahnya tidak begitu penting mengontrol kerusakan. Namun yang penting mengontrol adalah jarak antara episenter dan konstruksi bangunannya. Misalnya ada di sekitar episenter perlu sekitar ada radius 50 sampai 100 meter dan yang sangat ketat adalah konstruksi bangunan," pungkas dia. (OL-16)

 

Baca Juga

Antara

Jember Dilanda Gempa, BMKG: tidak Berpotensi Tsunami

👤Naufal Zuhdi 🕔Selasa 06 Desember 2022, 15:08 WIB
BMKG pun mengimbau masyarakat di Jember, Jawa Timur, untuk tetap tenang. Serta, menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan...
MI/HO

Kepala BSKDN Apresiasi Inovasi Pengolahan Limbah Medis di Sumbar

👤Mediaindonesia com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 14:59 WIB
Validasi lapangan merupakan salah satu rangkaian penilaian Innovative Government Award Tahun...
Ist/Pertamina

Sambangi Posko Korban Gempa Cianjur, Dirut Pertamina Serahkan Bantuan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 14:57 WIB
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengunjungi Posko Satgas BUMN korban terdampak gempa di Cianjur, Jawa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya