Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean mendesak pemerintah pusat dan daerah lebih serius memperhatikan kesehatan pengungsi korban gempa. Karena hingga saat ini banyak pengungsi yang mengalami sejumlah penyakit di tenda darurat.
Hal ini disebabkan karena minimnya fasilitas yang ada di tenda pengungsian. Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan relawan gabungan Peduli Gempa Bawean disebutkan, sejumlah penyintas gempa Bawean yang masih berada di pengungsian telah terjangkit berbagai penyakit.
Di antaranya, mulai dari sakit akibat terkena reruntuhan saat gempa, flu, diare, sakit kepala, gatal-gatal, hingga sakit yang umum dialami oleh orang tua serta penyakit bawaan.
Baca juga : Hindari Gempa Susulan, Warga Jayapura Pilih Tidur di Tenda Pengungsian
Koordinator Kesehatan Relawan Gabungan NU Pulau Bawean, Syarif Hidayatullah mengatakan, penyakit ini diderita karena para pengungsi masih hidup dalam kondisi yang tidak layak di pengungsian.
Di tenda pengungsian, para penyintas tidak dapat beraktivitas, makan dan istirahat dengan layak. Terlebih, udara dingin malam hari yang langsung dirasakan pengungsi di tenda darurat.
“Kondisi kehidupan yang kurang layak tersebut menyebabkan warga cukup rentan terhadap penyakit,” ungkap Syarif Hidayatullah di Bawean, Kamis (4/4).
Baca juga : Tim Untar Bantu Penerangan bagi Pengungsi Korban Gempa Cianjur
Kondisi tersebut diperparah dengan tidak adanya fasilitas kesehatan di tenda pengungsian. Antara lain, tidak tersedianya obat-obatan serta penanganan intensif yang diperlukan. Oleh karena itu, lanjut dia, aparat terkait untuk lebih sering melakukan pemeriksaan kesehatan untuk warga Bawean yang berada di tenda pengungsian.
Sebelumnya, tim tenaga kesehatan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bawean bersama relawan NU Peduli turun ke lapangan melakukan cek kesehatan kepada para penduduk yang ada di pengungsian.
Berdasar temuan di lapangan, pengungsi yang berusia lanjut mengalami kondisi kesehatan yang lebih buruk. Beberapa pengungsi lansia memerlukan penanganan lebih khusus hingga dirujuk ke rumah sakit.
Baca juga : Tenda Bantuan untuk Pengungsi Malah Jadi Tempat Parkir Mobil Pejabat
"Harus segera dirujuk ke rumah sakit terdekat agar mendapatkan perawatan yang layak", kata dr Kamila, Tenaga Kesehatan Klinik Annahdliyah PCNU Bawean, menambahkan.
Ketua PCNU Bawean Fauzi Rauf meminta pemerintah baik pusat hingga kabupaten Gresik untuk memberikan perhatian pada masyarakat terdampak, terutama penyintas yang masih berada di pengungsian.
Ia mengatakan, walaupun NU Peduli telah melakukan advokasi kesehatan di titik terparah, namun kelompok relawan memiliki keterbatasan sumberdaya. Ia meminta agar pemerintah setiap hari melakukan pemantauan di desa terparah seperti Rabe Lebak, Parapat Tonggel Dekatagung, Dedawang Telukjati Dawang.
Baca juga : BMKG: Hindari Lokasi Pengungsian di Lereng Gunung dan Bantaran Sungai
“Kami berharap pemerintah lebih sering keliling ke tenda-tenda pengungsian. Karena masih warga sudah mulai sakit dan butuh penanganan. Tugas pemerintah adalah memberikan perhatian secara lebih intensif. Terutama dalam kondisi bencana seperti saat ini,” ujarnya.
Sebelumnya, relawan NU telah memutuskan memfokuskan advokasi pada tiga titik terparah di tiga desa terdampak yakni dusun Dedawang desa Telukjati Dawang kecamatan Tambak, dusun Rabe desa Lebak serta dusun Parapat Tunggal desa Dekatagung kecamatan Sangkapura.
Relawan NU peduli Gempa Bawean sendiri terdiri dari sejumlah unsur di internal NU yang bekerja sama dengan lembaga lain yakni Gusdurian Peduli dan Karina Surabaya. Aktivitas relawan NU berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak yang utamanya masih berada di tenda pengungsian. (YK/Z-7)
Pasca-dropping bantuan bahan pokok dari Pemprov Jawa Timur ke Pulau Bawean, harga kebutuhan pokok di pulau tersebut turun drastis.
Kapal KRI Surabaya 591 tiba di perairan Pulau Bawean sekitar pukul 03:00 WIB. Dan langsung melakukan loading barang-barang bantuan untuk diturunkan ke Dermaga.
MELAMBUNGNYA harga kebutuhan pokok di Pulau Bawean, membuat warga di sana menjerit. Meningkatnya harga terjadi karena kelangkaan yang terjadi akibat pasokan yang minim.
Seluruh hasil reproduksi satwa dari pusat ini nantinya akan digunakan murni untuk restocking habitat alami di Pulau Bawean,
Banyak warga yang masih takut masuk rumah lantaran banyak gempa susulan yang masih sering terjadi sehingga dibutuhkan untuk pembangunan hunian sementara.
BADAN Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) mulai memperbaiki kerusakan rumah penduduk dan rumah ibadah, pasca gempa bumi yang melanda Pulau Bawean, Gresik.
Keberadaan Training Center JBA turut mendukung proses pembiayaan kendaraan.
Pemkot Bandung menyatakan tetap terbuka terhadap kritik sebagai bahan evaluasi.
Pembangunan ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk mewujudkan visi dan misi Sekolah.
GJAW 2025 menghadirkan berbagai fasilitas pendukung untuk memastikan kenyamanan dan pengalaman terbaik bagi seluruh pengunjung.
Peresmian gedung ini memiliki makna istimewa karena bertepatan dengan peringatan 12 tahun berdirinya RS EMC Sentul.
Dinas Gulkarmat DKI perlu menetapkan protokol wajib pemeriksaan kesehatan minimal dua kali dalam setahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved