Rabu 23 November 2022, 21:29 WIB

Bangunan Rusak di Cianjur Tembus 28 Ribu, Pemerintah Percepat Penanganan

Dinda Shabrina | Nusantara
Bangunan Rusak di Cianjur Tembus 28 Ribu, Pemerintah Percepat Penanganan

Antara
Warga melihat bangunan rumah yang hancur akibat gempa di wilayah Cianjur, Jawa Barat.

 

MENKO Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa pemerintah saat ini fokus pada evakuasi korban, baik korban luka maupun yang meninggal. Serta, perbaikan infrastruktur vital yang terputus akibat reruntuhan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indonesia, per 23 November, sebanyak 284 jiwa meninggal dalam bencana gempa Cianjur. Sementara itu, 151 orang masih dalam pencarian.

“Mudah-mudahan masih ada yang bisa diselamatkan. Untuk infrastruktur vital, sudah beberapa kita selesaikan terutama jalur nasional. Kemudian jalur kabupaten dan jembatan yang terputus juga sudah ditangani oleh Kementerian PUPR,” jelas Muhadjir, Rabu (23/11).

Baca juga: BNPB: Korban Meninggal Gempa Cianjur 271 Orang

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), petugas masih melakukan pencarian di empat titik yang diperkirakan masih ada korban tertimbun. Rinciannya, Kampung Cugenang, Rawa Cina Desa Nagrak, Salakawung Desa Sarampat dan Warung Sate Sinta. 

Lokasi tersebut termasuk wilayah terdampak terberat, di mana banyak bangunan runtuh. "Sejauh ini, tidak ada kendala dalam proses pencarian, karena titik evakuasi masih bisa dijangkau. Hanya memang titik evakuasi cukup luas dan dalam, sehingga membutuhkan waktu," imbuhnya.

Agar penanganan dampak gempa Cianjur lebih efektif, kegiatan tanggap tanggap bencana dengan rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan secara simultan. Pemerintah terus melakukan pendataan rumah yang terdampak rusak ringan, sedang hingga berat. 

Baca juga: Gempa Ganggu Pasokan Air Bersih Di Cianjur

Muhadjir pun memerintahkan pihak terkait melakulan pendataan secepat mungkin, agar dapat segera dilakukan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. “Saya sudah menginstruksikan jajaran Basarnas, pemda, hingga BNPB untuk segera mendata jumlah rumah yang rusak dan segera diklasifikasi rusaknya," pungkas dia.

"Pada masa tahap tanggap bencana yang kira-kira akan berlangsung sekitar tiga minggu, kita upayakan langsung menuju tahap rehab-rekon. Dengan demikian, penderitaan para korban tidak terlalu lama,” sambung Muhadjir.

Jumlah rumah rusak akibat gempa hingga saat ini tercatat 28.078 unit. Angka itu masih tentatif berdasarkan data sementara BPBD. "Kalau sudah fix, akan ditangani dalam bentuk bantuan uang. Rinciannya, Rp10 juta untuk rusak ringan, Rp25 juta untuk rusak sedang dan Rp50 juta untuk rusak berat," tutupnya.(OL-11)

Baca Juga

ANTARA/Jojon

7.302 Nakes di Palembang sudah Divaksinasi Booster Kedua

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 09 Desember 2022, 23:48 WIB
Sebanyak 7.303 orang tenaga kesehatan (nakes) di Kota Palembang per 6  Desember sudah melakukan vaksinasi penguat (booster) kedua...
DOK.MI

Kejari Lombok Timur Tahan 3 Tersangka Kasus Korupsi Alsintan

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 09 Desember 2022, 23:33 WIB
Tersangka ketiga tersebut berinisial AM yang berperan sebagai eksekutor pembentuk usaha pelayanan jasa alsintan (UPJA) pada dua kecamatan...
MI/Gabriel Angga

Viktor Laiskodat tidak Ingin Maju Lagi pada Pilkada 2024

👤Palce Amalo 🕔Jumat 09 Desember 2022, 23:04 WIB
Ia mengatakan apabila kepala daerah tidak bekerja serius untuk kepentingan rakyat, harus diberhentikan karena tidak layak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya