Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah,
melonjak tahun ini. Hingga akhir pekan lalu, jumlah kasus DBD di Kota
Bersinar ini mencapai 486 kasus dan 23 meninggal.
Kasus DBD dan kematian di Kabupaten Klaten pada 2022 juga meningkat tajam jika dibandingkan dengan 2021. Angka kasus DBD tahun lalu itu sebanyak 143 kasus dan kematian 7 orang.
Kasus DBD di Kabupaten Klaten 2022 naik tiga kali lipat dari tahun lalu. Kenaikan signifikan kasus DBD harus diwaspadai terutama pada musim hujan ini, dengan PSN atau pemberantasan sarang nyamuk.
Hal itu dikatakan Wahyuning Nugraheni, Subkoordinator Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Klaten, saat ditemui Media Indonesia di kantornya, Jumat (18/11).
Sebaran DBD di Klaten meluas di 14 kecamatan, yakni Klaten Utara,
Kebonarum, Prambanan, Trucuk, Ngawen, Wedi, Jatinom, Ceper, Klaten
Selatan, Delanggu, Bayat, Manisrenggo, Gantiwarno, dan Jogonalan.
"Hingga akhir pekan lalu, kasus DBD di Kabupaten Klaten tercatat 486
kasus dan kematian 23 orang. Mereka yang meninggal dunia itu, empat
orang dewasa dan 19 anak umur 0-16 tahun," paparnya.
Untuk pencegahan penyakit DBD, menurut Wahyuning, cara yang paling
efektif adalah dengan PSN atau pemberantasan sarang nyamuk yang berada
di lingkungan tempat tinggal warga.
Jadi, PSN lebih efektif untuk pencegahan DBD. Kalau fogging atau
penyemprotan yang menggunakan insektisida itu untuk pengendalian dan
hanya nyamuk dewasa yang terbunuh, jentik tidak mati.
"Tindakan fogging hanya dapat dilakukan jika di sebuah wilayah
benar-benar sudah ditemukan kasus positif DBD. Namun, sebaiknya fogging
dilakukan berbarengan dengan PSN," ujar Wahyuning. (N-2)
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved