Kamis 17 November 2022, 17:33 WIB

Tanah Bergerak Kembali Terjadi Di Cianjur, Lima Rumah Rusak

Benny Bastiandy | Nusantara
Tanah Bergerak Kembali Terjadi Di Cianjur, Lima Rumah Rusak

DOK MI
Tanah bergerak.

 

PERISTIWA tanah bergerak kembali terjadi di wilayah Cianjur, Jawa Barat. Di Kampung Babakan Sirna Desa Hegarsari Kecamatan
Sindangbarang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pergerakan tanah yang terjadi membuat sedikitnya lima warga rusak.

Berdasarkan informasi, pergerakan tanah terjadi pada Senin (14/11). Diduga, pemicunya curah hujan tinggi akhir-akhir ini. Kontur tanah yang labil cukup memperparah potensi pergerakan tanah.

Camat Sindangbarang, Indra Sunggara, menyebut kerusakan pada bangunan rumah warga akibat pergerakan tanah sejauh ini masih dikategorikan sedang. Kerusakan bangunan rata-rata terjadi pada tiang dan pondasi serta bagian lantai.

"Ada juga pergeseran pada bangunan rumah. Rumahnya agak miring sedikit karena posisi tanah bergeser," kata Indra dihubungi, Kamis (17/11).

Pergerakan tanah terjadi secara bertahap. Pergerakan cukup parah terjadi pada Senin (14/11). "Sebelumnya terjadi juga pergerakan tanah. Namun kejadian Senin pergeserannya terus meluas," ungkapnya.

Indra mengaku sudah meninjau lokasi bersama unsur Forkopimcam setempat. Selain memonitoring kondisi di lokasi, kata Indra, sekaligus juga menyalurkan bantuan bagi warga yang rumahnya terdampak. "Sementara ini warga yang rumahnya rusak mengungsi ke rumah tetangga atau keluarganya," ucapnya. 

Lokasi pergerakan tanah di Kampung Babakan Sirna berada di lahan datar. Artinya, kondisi rumah warga tidak dikhawatirkan akan tergerus. "Tapi kami terus pantau perkembangannya di lapangan. Meskipun lokasinya bukan berada di lereng, tapi tetap harus diwaspadai," katanya.

Indra tak memungkiri kontur tanah permukiman warga di kampung tersebut relatif cukup labil. Tingginya intensitas curah hujan menyebabkan kondisi tanah menjadi gembur. 

"Karena sekarang sering hujan, tanahnya jadi bergeser. Alhamdulillah tidak ada korban akibat pergerakan tanah ini," ucapnya.

Indra belum bisa menaksir nilai kerugian akibat dampak pergerakan tanah. Bangunan rumah yang terdampak tak hanya semipermanen tapi juga ada yang permanen. "Sedang kami hitung taksiran nilai kerugian materilnya," pungkas Indra. (OL-15)

Baca Juga

MI/Rendy Ferdiansyah

Kasus Melandai, Satgas Covid-19 di Babel segera di Bubarkan

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Senin 05 Desember 2022, 15:10 WIB
Keberadaan satgas Covid-19 pada bulan Maret 2023 akan dibubarkan pemerintah sering Indonesia menuju Endemi...
MI/Bagus Suryo

Semeru Naik Level, Warga Diminta Bertahan di pengungsian

👤Faishol Taselan 🕔Senin 05 Desember 2022, 14:55 WIB
STATUS Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang mengalami peningkatan dari level III (Siaga) menjadi level IV...
dok.BPBD Wonosobo

Pemkab Wonosobo Salurkan bantuan untuk Korban Bencana di Cianjur dan Pati

👤Tosiani 🕔Senin 05 Desember 2022, 14:31 WIB
PEMKAB Wonosobo, Jawa Tengah menggalang bantuan dari masyarakat dalam beberapa hari terakhir dan disalurkan untuk korban gempa di Cianjur...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya