Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Desa Sukamulya, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat,
merana. Di tengah intensitas curah hujan tinggi akhir-akhir ini, aktivitas mereka banyak terhambat.
Terutama masyarakat yang kerap menyeberangi aliran Sungai Cigadung,
penghubung dengan Desa Wanasari. Setiap turun hujan, di aliran Sungai
Cigadung terjadi arus deras.
Kondisi tersebut membuat aktivitas mereka terhambat. Mereka harus menunggu berjam-jam hingga air surut agar bisa melintasi aliran sungai. Bahkan tak jarang ada yang harus menginap di pinggir sungai sampai menunggu air surut.
"Sudah jadi pemandangan biasa di wilayah kami. Kalau Sungai Cigadung sedang deras, ya enggak bisa melintas," kata Rustandi Sugiarto, tokoh masyarakat Desa Sukamulya, kepada Media Indonesia, Selasa (15/11).
Bahkan, lanjutnya, warga yang bernyali tinggi nekat melintasi arus deras Sungai Cigadung menggunakan kendaraan roda empat. Meski bisa mengancam keselamatan jiwa, keputusan itu harus diambil karena jika menunggu arus deras surut sulit diprediksi.
"Beberapa waktu lalu pernah ada yang melahirkan di dalam mobil karena
Sungai Cigadung sedang deras," ungkap Tutang, sapaan akrab Rustandi.
Ia menuturkan kondisi itu dipicu belum adanya jembatan penyeberangan yang bisa dilalui kendaraan roda empat. Beberapa kali warga menyuarakan agar bisa dibangun jembatan penyeberangan. Namun upaya itu sia-sia karena sampai sekarang tidak ada tanda-tanda akan dilaksanakan.
"Kalau dibilang capek, ya capek kami terus mendorong bisa segera dibangun jembatan. Pada kenyataannya sampai sekarang tidak ada tanda-tanda akan dibangun jembatan," katanya.
Sejauh ini, kata Tutang, warga Desa Sukamulya menggunakan jembatan gantung untuk beraktivitas ke desa tetangga. Seperti jembatan gantung penghubung dengan Desa Naringgul.
"Tapi itu hanya bisa dilalui pejalan kaki dan sepeda motor. Belum lama ini jembatannya sempat tak bisa dilalui karena kawat slingnya putus setelah diterjang arus deras Sungai Cigadung. Tapi sekarang sudah diperbaiki," tuturnya.
Tutang mewakili warga lainnya meminta pemerintah meninjau kondisi di
lapangan, agar mengetahui kebutuhan pembangunan jembatan bukan
hanya wacana, tapi memang hal yang mendesak segera dibangun.
"Terutama untuk mobil. Masa setiap hari harus berjibaku melintasi aliran Sungai Cigadung. Apalagi saat kondisi curah hujan tinggi seperti sekarang, sangat berbahaya kalau memaksanakan diri melintasi
Untuk membangun jembatan permanen yang representatif, diperlukan anggaran mencapai Rp80 miliar. Sementara itu, kemampuan APBD Kabupaten Lampung Timur hanya Rp18,99 miliar.
Jembatan yang putus menghubungkan Dusun Mempiu Desa Cerucuk dengan Dusun Air Mungkui Desa Bulu Tumbang.
Hingga kini, akses tersebut belum dapat digunakan, sehingga warga setempat membuat jembatan darurat dari bambu untuk pejalan kaki dan sepeda motor.
Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan progres kinerja Satuan Tugas (Satgas) Jembatan pada Presiden Prabowo Subianto.
Ada 11 jembatan yang rusak terdampak banjir bandang meluapnya aliran Sungai Cimandiri
Jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya TNI mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved