Jumat 11 November 2022, 22:09 WIB

Untuk Dongkrak IPM, Pemkab Cianjur Benahi Sektor Pendidikan

Benny Bastiandy | Nusantara
Untuk Dongkrak IPM, Pemkab Cianjur Benahi Sektor Pendidikan

MI/Benny Bastiandy
Kegiatan pembinaan kepala sekolah dan pengawas tingkat SD di Cianjur, Jawa Barat di Gedung Pemuda, Jumat (11/11).

 

PENDIDIKAN menjadi sektor yang saat ini terus didorong Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mendongkrak indeks pembangunan manusia (IPM). Upayanya dimulai dengan membenahi rata-rata lama sekolah di semua tingkatan.

Bupati Cianjur, Herman Suherman, menegaskan hal tersebut di hadapan para kepala SD serta pengawas yang mengikuti kegiatan pembinaan kepala sekolah dan pengawas tingkat SD di Gedung Pemuda, Jumat (11/11). Pada kesempatan itu Herman mengingatkan kepala sekolah agar tidak mewariskan yang tidak baik ke depan.

"Bagaimana caranya? Semua lulusan SD wajib melanjutkan pendidikannya ke SMP. Semua datanya harus dilaporkan ke saya, sehingga ke depan tidak ada lagi lulusan SD yang menganggur," tegas Herman.

Setiap guru maupun kepala sekolah, sebut Herman, diwajibkan melakukan visitasi ke rumah orangtua siswa. Langkah itu dilakukan agar terbentuk komunikasi antara sekolah dengan orangtua untuk memantau perkembangan secara akademik maupun nonakademik.

"Beritahu (orangtua) kondisi anak mereka. Jadi orang tua juga bisa ikut menjaga dan mendidik anak mereka," ucapnya.

Herman mengingatkan para kepala sekolah tak bermain api mempermainkan berbagai dana bantuan yang diterima. Semua bantuan harus transparan dan akuntabel. "Jangan ada yang berusaha korupsi. Kalau ada yang coba-coba, segera laporkan ke saya," tegas Herman.

Ia meyakini dengan upaya pembenahan terkonsep yang dilakukan setahap demi setahap, bisa mendongrak IPM. Termasuk mendorong peningkatan angka harapan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. 

"Saya ingin usia harapan ingin sekolahnya naik. Kabupaten Cianjur baru sampai 18 tahun (setingkat SMA). Kita ingin usia ingin sekolahnya jadi 25 tahun. Anak-anak Cianjur harus kuliah, S1 atau S2," ujarnya.

Bupati Herman mengaku Pemkab Cianjur telah meluncurkan Titik Nol Pendidikan. Peluncuran diawali dengan mendorong Universitas  uryakancana (Unsur) Cianjur menjadi perguruan tinggi negeri.

"Dengan adanya Titik Nol, insya Allah jadi penyemangat bagi warga Cianjur melanjutkan pendidikan. Insya Allah di Cianjur bakal ada perguruan tinggi negeri," katanya.

Herman tak memungkiri, selama ini hampir 30-40% lulusan SMA di Kabupaten Cianjur memilih melanjutkan pendidikannya ke luar daerah. Kondisi tersebut tentu berdampak terhadap IPM karena menjadi salah satu indikator.

"IPM-nya jadi mendongkrak ke daerah lain. Padahal, ada warga Cianjur yang sedang mengeyam pendidikan di daerah tersebut. Makanya, dengan nanti Unsur (Universitas Suryakancana) bisa menjadi perguruan tinggi negeri, bisa menarik minat warga Cianjur berkuliah di daerah sendiri," ucap Herman. (OL-15)
 

Baca Juga

DOK.MI

Tim SAR Konawe Utara Cari Kakak Adik Terseret Arus di Sungai Lasolo

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 23:55 WIB
Usai menerima laporan tersebut, pihaknya memberangkatkan tim penyelamat Unit Siaga SAR Konawe Utara untuk mencari...
DOK MI

Kematian Tersangka Kasus Perampokan, Empat Anggota Polres Tapsel Jalani Pemeriksaan

👤Widhoroso 🕔Kamis 08 Desember 2022, 23:38 WIB
EMPAT anggota kepolisian yang bertugas di Polres Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara dinonaktifkan terkait kasus penganiayaan...
MI/ALEXANDER P TAUM

Lembaga Pemasyarakatan Lembata Juara Satu Kompetisi Seni Tingkat Nasional

👤Alexander P Taum 🕔Kamis 08 Desember 2022, 23:35 WIB
Perlombaan seni pertunjukan antar LP se Indonesia itu digelar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya