Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERGERAKAN tanah terjadi di Dukuh Karanganyar, Desa Seridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengakibatkan 65 rumah warga rusak berat dan harus dibongkar total.
Sebanyak 767 jiwa terpaksa harus mengungsi ke tempat yang aman, namun belum ada bantuan untuk kebutuhan logistik hingga kini.
Hal itu disampaikan Kepala Desa Sridadi, Sudiryo. Sudiryo menuturkan bencana tanah bergerak sebetulnya telah terjadi sejak 2020 dan terus meluas dalam dua tahun terakhir ini hingga semakin parah.
"Saat ini ada 65 rumah dan dua bangunan tempat ibadah masjid serta musala rusak berat. Semua bangunan rumah warga dan tempat ibadah rusak berat, bahkan ada yang sudah roboh," tutur Sudiryo di Brebes, Kamis (3/11).
Sudiryo menyebut ada 185 kepala keluarga (KK) atau 767 jiwa, di antaranya 53 anak dan balita, 3 ibu hamil, dan 49 siswa sekolah di Dukuh Karanganyar yang rumahnya rusak berat. Sebanyak 16 KK telah mengungsi ke rumah kerabat yang jauh dari lokasi dan aman.
Baca juga: Pemilik Diminta Bertanggung Jawab atas Kebakaran Kapal Express Cantika 77
"Ada 16 KK yang sudah mengungsi, sementara yang lainnya masih bertahan karena belum ada tempat mengungsi," katanya.
Kades menerangkan rencananya pada Sabtu (5/11) akan dilakukan pembongkaran seluruh rumah dan material bekasnya akan digunakan untuk membuat hunian sementara (huntara) di tanah bengkok desa.
"Kondisinya sudah sangat membahayakan dan harus dikosongkan selanjutnya harus membuat huntara. Tempat pengungsian sementara telah disiapkan di gedung Pondok Pesantren Al-Insaniyah Kaligiri. Warga akan mengungsi sementara, sambil menunggu pembuatan huntara," jelas Sudiryo.
Menurut Sudiryo selama pembongkaran dan warga mengungsi, disiapkan mobil dapur umum dari Dinsos Brebes, untuk menyuplai kebutuhan makan pengungsi dan para relawan. Sayangnya, hingga saat ini belum ada bantuan logistik untuk kebutuhan pangan pengungsi dan relawan.
"Mobil dapur umumnya sudah siap, tapi logistik untuk memenuhi kebutuhan pangan saat pembongkaran dan mengunsi belum ada," kata Sobar, relawan Taruna Siaga Bencana.
Sobar menjelaskan, bantuan untuk warga korban tanah bergerak di antaranya baru dari PMI Brebes, sedangkan bantuan sembako dan lainnya belum ada. (OL-16)
Pemkab Brebes bergerak cepat menangani banjir bandang di Bumiayu dengan mengerahkan dua alat berat untuk sodetan sungai akibat cuaca ekstrem.
BANJIR bandang kembali menerjang Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sungai Keruh meluap dan mengakibatkan sedikitnya 11 rumah warga hilang terbawa banjir bandang.
“Kebutuhan pupuk petani mencapai sekitar 50 ton per hari, sementara pengiriman yang masuk ke kios sangat terbatas."
Sebuah truk kontainer pengangkut peti kemas, terguling di Jalan Pantura Utama ruas Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/01/26).
Hingga kini, akses tersebut belum dapat digunakan, sehingga warga setempat membuat jembatan darurat dari bambu untuk pejalan kaki dan sepeda motor.
Harga bawang merah di Brebes yang sebelumnya Rp25 ribu/kg, turun menjadi Rp20 ribu/kg. Sedangkan harga cabai yang semula Rp15 ribu turun menjadi Rp10 ribu.
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Sekda Provinsi Jateng turun langsung mengawal proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang lereng gung Lawu.
Selain hujan ekstrem, wilayah terdampak berada pada Sub DAS Penakir, bagian hulu Sub DAS Gintung, dengan kondisi lereng agak curam hingga sangat curam
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Penyemaian dilakukan pada area target di perairan utara Jawa Tengah dengan jarak 52–82 nautical mile dari Bandara Ahmad Yani Semarang.
Cuaca ekstrem berpotensi merata di seluruh daerah di Jawa Tengah sehingga warga diminta untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved