Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Desa Ojan Detun, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih merasakan kesenjangan layanan internet. Satu-satu lokasi sinyal yang bisa diakses berada di pelataran kantor desa.
Setiap pagi, beberapa perangkat desa serta siswa di Desa Ojendetun, Kecamatan Wulanggitang harus berjalan kaki untuk mencari sinyal di satu-satunya titik lokasi yang ada koneksi internetnya, di depan pelataran kantor Desa Ojendetun.
Setiap pagi, perangkat desa bersama siswa sudah tiba di lokasi pada pukul 08.00 WITA. Begitu tiba di lokasi Kantor Desa, mereka mulai mencari posisi, lalu menghidupkan telepon seluler dan mulai mengakses internet. Mereka langsung belajar dan mengerjakan tugas yang diberikan guru secara daring.
Baca juga: Ketua Pemuda Katolik NTT Diduga Ikut Korupsi Internet Desa di Flotim
Para siswa berharap koneksi internet bisa tersedia secepatnya ke desa mereka.
"Desa kami belum ada sinyal. Untuk telepon saja sulit, apalagi internet," ungkap Kons, salah satu Perangkat Desa.
Salah satu Siswa bernama Gabriel mengatakan, "Di tempat ini, kami bisa belajar menggunakan akses internet dan mengerjakan tugas yang diberikan guru."
"Susah internetnya. Kadang-kadang putus sehingga cukup mengganggu. Tapi mau bagaimana lagi? Karena ini satu-satunya lokasi sinyal, walaupun harus berjalan kaki 1 jam lebih untuk tiba di sini," ungkap Gabriel.
Warga Desa Ojan Detun mengandalkan tower penguat signal dengan ketinggian diperkirakan 20 meter. Tower itu jadi andalan mereka selama satu tahun terakhir.
Kepala Desa Ojan Detun Yohanes Nani Ipir mengatakan pihaknya membangun tower penguat signal menggunakan dana desa sebesar Rp87,7 juta untuk membatu masyarakat yang kesulitan mendapatkan jaringan.
"Pengadaan pada 2021 menggunakan dana desa. Sekarang segala macam urusan harus menggunakan aplikasi yang didukung jaringan," katanya kepada wartawan, Rabu (2/11).
Yohanes mengaku masalah internet di desanya belum selesai lantaran kapasitas sinyal dan jangkauannya sangat terbatas. Apabila dipakai lebih dari 20 pengguna, kekuatan signal semakin lemah bahkan tidak bisa diakses.
"Semakin banyak yang gunakan, maka jaringannya semakin lemot. Yang dapat sinyal palingan yang rumahnya berada di dekat kantor desa. Jangkauan maksimal 50 meter, selebihnya jaringan hilang," ungkapnya.
Saat banyak pengguna, katanya, para pelajar SMP dan SMA terpaksa berjalan kaki menuju Desa Hewa demi mendapatkan sinyal untuk mengerjakan tugas sekolah.
Kondisi tersebut membuat warga sering memberikan usulan ketika pemerintah desa menggelar musyawarah. Pihaknya meminta pengertian baik para warga lantaran kondisi ini juga menghambat aktivitas kantor.
"Apa lagi kalau lampu padam, maka kami harus menunggu. Sinyal ini kan sudah jadi kebutuhan sesuai tuntutan zaman, semua informasi ada di sana," katanya.
Yohanes berujar, tim dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Flores Timur beberapa kali melakukan survei lokasi. Pihaknya juga diminta menunggu karena hasil survei akan diserahkan ke Pemerintah Pusat.
"Dari Dinas Kominfo bilang tunggu dan bersabar. Kita juga pernah usulkan pada 2018, sebelum mereka datang lakukan survei lokasi," tuturnya.
Sementara itu Media Indonesia menghubungi Kadis Kominfo Flores timur Heri Lamawuran melalui WhatsApp. Dia membenarkan ada 28 desa di Kabupaten Flores Timur yang tidak mendapatkan sinyal.
Menurutnya, kendalanya adalah karena belum adanya Tower BTS maupun VSAT
Heri mengaku telah mengusulkan kepada Pemerintah Pusat melalui Kementrian Kominfo RI dan Bakti Kominfo utk dapat membangun BTS di desa-desa tersebut.
Menurutnya, pada 2022, ada paket pembangunan tower untuk lima desa yang diharapkan sudah rampung pada akhir tahun. (OL-1)
BMKG tetapkan status SIAGA hujan ekstrem di NTT dan hujan sangat lebat di Jawa pada 19 Januari 2026 akibat Siklon Nokaen dan dua bibit siklon.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
ANCAMAN longsor dan fenomena tanah bergerak terus menghantui warga Kampung Waso, Desa Golo Rentung, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
PEMERINTAH Kota Kupang kembali menorehkan prestasi gemilang dalam penyelenggaraan pelayanan publik.
CUACA ekstrem berupa hujan disertai angin kencang terus melanda Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam beberapa hari terakhir.
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
Banyak wilayah di Bali yang membutuhkan akses internet stabil, terutama daerah yang secara geografis terisolasi.
Tanpa dukungan WiFi yang andal, pelaku usaha berisiko menghadapi gangguan operasional yang berujung pada hilangnya peluang penjualan.
Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur digital di wilayah Indonesia timur mencapai tonggak baru dengan beroperasinya Community Gateway pertama di Indonesia.
Pemerintah Rusia memblokir Snapchat dan membatasi FaceTime dengan alasan keamanan nasional.
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung kemajuan dunia pendidikan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Nama domain tingkat tinggi geografis telah menjadi symbol identitas daerah dan sarana memperkuat posisi suatu wilayah di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved