Selasa 01 November 2022, 18:25 WIB

Mengenal Budaya NTT Lewat Cerita dari Nusa Tenggara Timur

Budi Ernanto | Nusantara
Mengenal Budaya NTT Lewat Cerita dari Nusa Tenggara Timur

DOK IST
Kegiatan edukasi bertajuk Cerita Dari Nusa Tenggara Timur.

 

KOMUNITAS Perempuan Berkebaya menggelar kegiatan edukasi bertajuk Cerita dari Nusa Tenggara Timur, yang dilangsungkan pada Sabtu (29/10) di Anjungan Nusa Tenggara Timur di area Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Acara tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan Komunitas Perempuan Berkebaya dalam rangka perayaan hari ulang tahun yang ke-8, yang puncaknya akan dilaksanakan pada Desember mendatang.

Dengan mengusung tema Cerita dari Nusa Tenggara Timur, anggota komunitas dan tamu undangan diajak bersama-sama belajar mengenai tradisi dari daerah tersebut yang terkenal dengan kekayaan tenunnya. NTT adalah tempat dimana tradisi tenun telah dilakukan turun temurun bahkan sebelum abad keenam.

Para anggota komunitas dan para tamu undangan, termasuk undangan dari anggota koalisi tradisikebaya.id yang mana Komunitas Perempuan Berkebaya juga tergabung, ikut hadir dan belajar bersama.

Dari 22 kabupaten/kota yang ada di NTT, masing-masing memiliki cirri khas tenun tersendiri. Seperti yang dijelaskan salah satu putra NTT, Gusti Adi Tetiro, tradisi menenun adalah cara para perempuan setempat untuk menuliskan ceritanya.

“Karena kebaya adalah salah satu symbol budaya, menjadi pintu masuk bagi kami untuk belajar kekayaan budaya Indonesia yang beragam. Kali ini, kesempatan kami belajar budaya dan tradisi Nusa Tenggara Timur,” ujar Lia Nathalia, salah satu pendiri dan juga coordinator Komunitas Perempuan Berkebaya.

Baca juga: Kesehatan Mental adalah Fondasi untuk Masa Depan Anak

Pada kesempatan kemarin, mantan atlet sepak takraw nasional yang saat ini menjadi salah satu designer fashion dari kabupaten Sabu Raijua, Leni Apriani Keraba menjadi pembicara utama yang mengenalkan jenis tenun Sabu dan Rote serta mengajarkan tips dan tricks penggunaan tenun baik bagi perempuan maupun laki-laki.

Setelah belajar tentang berbagi jenis kain tenun khas NTT, para tamu undangan disuguhi hidangan khas NTT, makanan sehari-hari masyarakat di sana seperti jangung bose, ikan teri berbumbu, lawar ikan, nasi kacang hijau, sayuran campuran daun dan bunga papaya. Makanan ringan yang disediakan khas NTT adalah ubi, singkong, pisang dan jangung rebus yang tentunya sehat.

Melengkapi belajar tradisi Nusa Tenggara Timur menjadi lengkap dengan belajar tari-tarian rakyat seperti tarian Jai yang dipandu oleh Maxi dari Anjungan NTT.

Acara edukasi budaya ini merupakan kerjasama antara Komunitas Perempuan Berkebaya, Anjungan Nusa Tenggara Timur dan tradisikebaya.id. dan dipandu oleh salah satu pendiri Komunitas Perempuan Berkebaya Tuti Marlina. (R-3)

Baca Juga

dok.Kemenag

Program Kampung Zakat Jangkau Desa di Kepulauan Meranti

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 21:10 WIB
DIREKTORAT Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, mempercepat pelaksanaan Program Kampung Zakat bagi masyarakat atau daerah...
MI/Belvania Sianturi

Ini Rekomendasi Penelitian Para Ahli Terkait Penataan KJA Danau Toba

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 21:08 WIB
Danau Toba juga dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, seperti pembangkit listrik tenaga air, sumber air baku air minum, transportasi,...
dok.Ant

BBM Solar Subsidi Sulit Didapat di SPBU Bali Dipicu Kuota Menipis

👤Arnoldus Dhae 🕔Selasa 06 Desember 2022, 20:58 WIB
BBM subsidi jenis solar di Bali sulit didapat. Hampir seluruh SPBU di Bali terlihat antrean mengular untuk membeli...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya