Minggu 30 Oktober 2022, 15:50 WIB

Gajah Liar Injak Petani hingga Tewas di Pidie

Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara
Gajah Liar Injak Petani hingga Tewas di Pidie

MI/Amiruddin Abdullah Reubee.
Penjabat Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto (baju batik merah) dan Sekda Idhami (baju batik biru) menyerahkan bantuan kepada istri M Affan.

 

KONFLIK gajah liar dan manusia seperti tidak berujung di kawasan Provinsi Aceh. Ironinya, hal itu sering berakibat jatuh korban jiwa manusia. Tidak sedikit pula hewan raksasa yang dilindungi undang-undang itu tewas terkena jeratan wayer dan racun kimia.

Peristiwa terkini terjadi di kawasan perbukitan Lueng Ala, Gle Barat, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Seorang petani kebun bernama M Affan, warga Desa Pako, tewas mengenaskan akibat diinjak gajah liar.

Sesuai penelusuran Media Indonesia, Minggu (30/10), musibah itu berawal pada Jumat (28/10) pagi. Ketika itu Affan bersama warga sekitar hendak menghalau kawanan gajah liar yang selama ini sering mengganggu tanaman perkebunan dan palawija.  

Pagi itu, Affan yang ditemani seorang anak perempuannya berusia sekitar 12 tahun. Ia lebih dulu pergi ke kebunnya kawasan Gle Barat tersebut.

Karena tidak sabar menunggu petani lain, Affan sendirian langsung mencoba mengusir kawanan gajah di sekitar lokasi hingga ke radius sekitar 1 km dari kebun miliknya itu. Sedangkan anak perempuan Affan tidak ikut menghalau, tetapi menunggu di gubuk tempat berteduh lokasi kebun.

Beberapa saat kemudian, rombongan petani lain saling bertanya dan ingin tahu keberadaan Affan tidak bergabung dengan mereka. Hingga siang menjelang sore, berdasarkan penuturan anak dan istrinya tenyata lelaki berusia sekitar 53 tahun itu belum kembali dari lokasi pengusiran gajah itu.

Warga pun pada malam Sabtu itu langsung mencari keberadaan Affan ke lokasi pengusiran gajah tadi. Ternyata jasad Affan ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB dalam kondisi remuk redam berlumuran lumpur.

"Ada membekas kaki gajak di lokasi dan pada jasad korban yang hancur itu. Sebagian anggota tubuh seperti telinga, usus, dan tulang rusuk didapati terpisah dari badan," tutur Syarwan tokoh masyarakat setempat.

Malam itu juga jenazah korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Teungku Chik Ditaro untuk keperluan visum. Kemudian jenazah dibawa pulang ke kediamannya di Desa Pako, Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, dan dikebumikan pada Sabtu (29/10) siang.

Penjabat Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto bersama Sekda Idhami saat berkunjung ke rumah duka Sabtu siang, mengucapkan turut belangsungkawa atas musibah ini. Bupati juga membantu bahan pokok untuk istri dan anak almarhum.

"Saya yakin almarhum insyaallah husnul khatimah sebagai syuhada, karena perjuangan M Affan untuk mencari nafkah keluarga dan membela kepentingan masyarakat," tutur Bupati Wahyudi Adisiswanto. Dikatakannya, Pemkab Pidie segera mencari solusi terbaik dan bekerja sama dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) dan FFI (Flora Fauna International) untuk menangani kawanan gajah liar. (OL-14)

Baca Juga

Ist

Di Seminar Hari HAM, LaNyalla Sebut Penjajahan Ekonomi Pelanggaran Hak Kesejahteraan 

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 15:30 WIB
Hari ini terjadi pola kolonialisme dalam bentuk baru yang menyusup melalui wajah globalisasi yang menyatu dengan oligarki ekonomi di dalam...
Ist

Smart City dan Guru 5.0, Mimpi Besar Kota Kecil Bernama Payakumbuh

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 15:26 WIB
Sejak tahun 2022 ini, seperti dikutip dari nationalgeographic.grid.id, Payakumbuh telah mengambil sejumlah langkah menuju Kota...
Dok. Kemenkominfo

Begini Cara Unik Grup Komedi Empat Sekawan Sosialisasikan UU KUHP ke Masyarakat Serang

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 14:43 WIB
“Kita harus bangga karena pada akhirnya, bangsa Indonesia berhasil merampungkan penyusunan RKHUP menjadi KUHP,” ungkap Nurul...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya