Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BELASAN perusahaan di wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, melakuan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi pegawai. PHK paling banyak dari perusahaan ekspor, PT Bineatama Kayone Lestari (KBL). Pemutusan hubungan kerja bagi para pegawai tersebut disebabkan penurunan permintaan ditambah beban penaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya, Rahmat Mahmuda, mengatakan pihaknya menerima laporan 11 perusahaan di bidang ekspor maupun nonekspor wilayahnya bahwa ada 54 pegawai diberhentikan. PHK terbanyak dari PT Bineatama Kayone Lestari (KBL) tercatat 38 orang.
"Perusahan ekspor yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya saat ini mereka mengalami penurunan permintaan dari pembeli. Mereka juga mengalami beban tinggi terutama penaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Beban perusahaan kemungkinan berat dan langsung melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Untuk perusahaan lain, satu dan dua orang dihentikan," katanya, Minggu (30/10).
Dari para pegawai itu tidak hanya pemutusan hubungan kerja, tetapi ada yang mengundurkan diri, selesai kontrak, dan diakhiri kontrak perusahaan. "Belasan perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 54 pegawainya mengalami penurunan produksi mencapai 5% hingga 10% seperti Yayasan Mayasari (Mall), Natta Coffe. Perusahaan besar yang tercatat di antaranya 8 PT, 1 CV, 1 yayasan, dan 1 perorangan," ujarnya.
Menurutnya, meningkatnya PHK itu mengharuskan efisiensi. Mereka juga diusahakan untuk mencari pasar baru, termasuk pemerintah memberikan kemudahan terutama proses perizinan untuk perluasan usaha. Ini karena PHK dari perusahaan tersebut kemungkinan bisa terjadi dari proses izin yang susah, terutama untuk memperluas lahan usaha.
"Kami meminta agar pemerintah yang ada di berbagai daerah, termasuk Kota Tasikmalaya, harus memberikan langkah dan upaya, terutama pelatihan berwirausaha agar para pegawai yang terkena PHK bisa lebih mandiri dan membuka usaha dari hasil pelatihan. Namun, jika mereka tidak diberikan pelatihan kewirausahaan dipastikan pengangguran akan semakin banyak hingga bisa menjadi beban pemerintah," paparnya. (OL-14)
The Washington Post mengumumkan PHK massal terhadap 33% karyawannya. Langkah ini memicu kritik tajam, termasuk dari mantan pemimpin redaksi Marty Baron.
Rencana penambahan layer baru cukai rokok berpotensi menggulung tikar industri Sigaret Kretek Tangan (SKT),
13 petugas damkar itu juga belum menerima gaji mereka pada Desember 2025
SEPANJANG tahun 2025, Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi tertinggi di Indonesia pada angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Mohammad Faisal mengungkapkan lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada 2025 banyak terjadi pada industri padat karya.
Kebijakan yang terlalu ketat, tumpang tindih, atau tidak proporsional dinilai menjadi pemicu meningkatnya risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor padat karya,
JELANG Ramadan, harga kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di wilayah Tasikmalaya merangkak naik.
Petugas gabungan jugaharus selalu mewaspadai banjir luapan Sungai Citanduy dan Sungai Cikidang di Sukaresik
Pemerintah salurkan PIP 2026 sebesar Rp450 ribu per tahun untuk 888 ribu murid TK guna perkuat Wajib Belajar 13 Tahun dan pemerataan pendidikan.
Sebuah tebing setinggi 15 meter dilaporkan ambrol dan menutup total akses jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya menuju Kabupaten Pangandaran.
Kebutuhan bahan pokok merangkak mulai naik cabai merah dijual Rp88 ribu perkg, cabai rawit Rp72 ribu, cabai keriting Rp66 ribu, cabai japlak Rp87 ribu
GUNA mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kereta api (KA) lintas selatan direncanakan berhenti di Stasiun Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved