Minggu 30 Oktober 2022, 14:55 WIB

Ekonomi Sulit, Belasan Perusahaan di Tasikmalaya Lakukan PHK

Kristiadi | Nusantara
Ekonomi Sulit, Belasan Perusahaan di Tasikmalaya Lakukan PHK

Antara/Adeng Bustomi.
Pekerja Mendong Jaya menyelesaikan sandal berbahan mendong di Kampung Pagar Gunung, Kelurahan Singkup, Purbaratu, Kota Tasikmalaya.

 

BELASAN perusahaan di wilayah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, melakuan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi pegawai. PHK paling banyak dari perusahaan ekspor, PT Bineatama Kayone Lestari (KBL). Pemutusan hubungan kerja bagi para pegawai tersebut disebabkan penurunan permintaan ditambah beban penaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya, Rahmat Mahmuda, mengatakan pihaknya menerima laporan 11 perusahaan di bidang ekspor maupun nonekspor wilayahnya bahwa ada 54 pegawai diberhentikan. PHK terbanyak dari PT Bineatama Kayone Lestari (KBL) tercatat 38 orang.

"Perusahan ekspor yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya saat ini mereka mengalami penurunan permintaan dari pembeli. Mereka juga mengalami beban tinggi terutama penaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Beban perusahaan kemungkinan berat dan langsung melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Untuk perusahaan lain, satu dan dua orang dihentikan," katanya, Minggu (30/10).

Dari para pegawai itu tidak hanya pemutusan hubungan kerja, tetapi ada yang mengundurkan diri, selesai kontrak, dan diakhiri kontrak perusahaan. "Belasan perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 54 pegawainya mengalami penurunan produksi mencapai 5% hingga 10% seperti Yayasan Mayasari (Mall), Natta Coffe. Perusahaan besar yang tercatat di antaranya 8 PT, 1 CV, 1 yayasan, dan 1 perorangan," ujarnya.

Menurutnya, meningkatnya PHK itu mengharuskan efisiensi. Mereka juga diusahakan untuk mencari pasar baru, termasuk pemerintah memberikan kemudahan terutama proses perizinan untuk perluasan usaha. Ini karena PHK dari perusahaan tersebut kemungkinan bisa terjadi dari proses izin yang susah, terutama untuk memperluas lahan usaha.

"Kami meminta agar pemerintah yang ada di berbagai daerah, termasuk Kota Tasikmalaya, harus memberikan langkah dan upaya, terutama pelatihan berwirausaha agar para pegawai yang terkena PHK bisa lebih mandiri dan membuka usaha dari hasil pelatihan. Namun, jika mereka tidak diberikan pelatihan kewirausahaan dipastikan pengangguran akan semakin banyak hingga bisa menjadi beban pemerintah," paparnya. (OL-14)

Baca Juga

Dok. PABOI

Pantau Langsung Penanganan Korban Gempa Cianjur, Ketua Umum Paboi Koordinasikan Perawatan Medis Korban

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 28 November 2022, 22:06 WIB
Pada kesempatan tersebut, ia memberikan bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi berupa logistik dan surgical drape...
Dok. PRibadi

Komisi II DPRD Maluku Koordinasikan Persediaan Bahan PanganĀ 

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 28 November 2022, 22:00 WIB
Pemda melalui dinas terkait harus mengambil berbagai langkah strategis dalam mencegah terjadinya kelangkaan mulai dari Bahan Bakar Minyak,...
DOK MI

Bangka Gencarkan Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster Kedua

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Senin 28 November 2022, 21:49 WIB
UNTUK mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru, Pemkab Bangka, Babel menggencarkan vaksinasi booster dosis...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya