Jumat 28 Oktober 2022, 16:25 WIB

Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Setujui Kembali Autopsi

mediaindonesia.com | Nusantara
Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Setujui Kembali Autopsi

MI/M IRFAN
Massa Aksi Kamisan 750 menggelar orasi di seberang Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/10), menuntut penyelesaian Tragedi Kanjuruhan.

 

SALAH satu keluarga korban meninggal dunia akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada 1 Oktober 2022, kembali mengajukan proses autopsi untuk mencari penyebab kematian korban.
 
Kuasa hukum Devi Athok, Imam Hidayat, kepada Antara dari Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (28/10), mengatakan bahwa saat ini pihak keluarga korban sudah menyatakan bersedia kembali untuk dilakukan proses autopsi kepada kedua anaknya.
 
"Keluarga sudah bersedia kembali untuk pelaksanaan autopsi," kata Imam.
 
Imam menjelaskan, pernyataan persetujuan untuk autopsi tersebut telah disampaikan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban LPSK) yang nantinya akan diteruskan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
 
Menurutnya, surat dari pihak keluarga yang menyatakan bersedia untuk pelaksanaan autopsi tersebut sudah disampaikan kepada LPSK pada 24 Oktober 2022. Selain melalui LPSK, pengiriman surat dilakukan secara daring kepada pihak terkait.
 
"Ada beberapa yang kami sampaikan secara daring," ujarnya.
 
Devi Athok merupakan ayah dari dua korban tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan. Dua putrinya berinisial N dan N menjadi korban dalam tragedi yang menewaskan 135 orang tersebut. Sebelumnya, pihak keluarga sudah sempat menyetujui proses autopsi tersebut.


Baca juga: Wali Kota Malang Janji Kawal Terus Tuntutan Aremania demi Keadilan

 
Namun, pada 17 Oktober 2022, Kepolisian Daerah Jawa Timur menyatakan bahwa langkah untuk melakukan tindakan autopsi kepada dua korban tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, batal dilakukan.
 
Saat itu, pembatalan tersebut karena pihak keluarga tidak memberikan izin untuk pelaksanaan autopsi. Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa pembatalan autopsi tersebut bukan disebabkan adanya intimidasi terhadap keluarga korban.
 
Seperti diberitakan, pada Sabtu (1/10) terjadi kericuhan usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir
2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Kekalahan itu menyebabkan sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan.
 
Kerusuhan tersebut semakin membesar di mana sejumlah flare dilemparkan termasuk benda-benda lainnya. Petugas keamanan gabungan dari kepolisian dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut dan pada akhirnya menggunakan gas air mata.
 
Akibat kejadian itu, sebanyak 135 orang dilaporkan meninggal dunia akibat patah tulang, trauma di kepala, leher, dan asfiksia atau kadar oksigen dalam tubuh berkurang. Selain itu, dilaporkan ada ratusan orang yang mengalami luka ringan dan luka berat. (Ant/OL-16)

 

Baca Juga

dok.ist

Di Rakernis, Korlantas Polri Sosialisasikan Alat Tes Alkohol Dan Narkoba

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 01 Desember 2022, 06:02 WIB
KORPS Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar rapat kerja teknis (Rakernis) sekaigus menyosialisasikan alat tes alkohol dan alat tes...
Dok. JAwa Eye Indonesia

Jawa Eye Indonesia Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Bumi Cianjur

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Kamis 01 Desember 2022, 02:01 WIB
PR Manager Jawa Eye Indonesia Setiadi menyatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian Jawa Eye Indonesia atas musibah Gempa...
MI/HO

Paramitha DPR Kawal Pemasangan Listrik Baru di Brebes

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 November 2022, 22:49 WIB
Pemerintah merencanakan bantuan pasang baru listrik 2022 kepada 1.086 rumah warga miskin di Brebes, Jawa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya