Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat segera memberlakukan siaga darurat bencana hidrometeorologi. Saat ini, peningkatan status bencana masih menunggu arahan Pemprov Jabar dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
"Untuk status kita menunggu arahan pemerintah provinsi. Intinya kita siap siaga menghadapi bencana hidrometeorologi," kata Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, Duddy Prabowo, Senin (10/10).
Dia menerangkan, kenaikan status dalam menghadapi musim penghujan yang berpotensi terjadinya bencana alam. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang, longsor hingga puting beliung menjadi ancaman di sejumlah wilayah Bandung Barat. "Frekuensi paling banyak itu longsor dan potensinya merata di hampir semua wilayah baik utara maupun selatan," terang Duddy.
Dalam rangka persiapan, BPBD akan menggelar apel kesiapsiagaan dalam waktu dekat sehingga para personel dapat disiagakan 24 jam agar memantau setiap potensi bencana yang terjadi. Untuk kebutuhan logistik, lanjut dia, dipastikan masih aman dan mencukupi.
Akan tetapi, rencananya ke depannya akan dilakukan pengadaan melalui anggaran perubahan. "Personel akan kita bagi dua shift, jika diterima laporan maka kita bisa langsung bergerak cepat," ujarnya.
Berdasarkan rekapitulasi, BPBD Bandung Barat mencatat ada enam peristiwa bencana alam di sejak Jumat (7/10). Paling dominan adalah tanah longsor seperti yang terjadi di Kecamatan Rongga dan di Cikalongwetan menelan korban satu orang meninggal dunia.
"Untuk mencegah jatuhnya korban, kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan meningkatkan kesiagaan, khususnya bagi yang tinggal di kawasan rawan bencana alam," jelasnya.
Sementara itu, Pemkot Cimahi belum berencana meningkatkan status kebencanaan. Seperti diketahui, di wilayah ini bencana paling dominan adalah banjir yang biasa menyerang akibat intensitas hujan.
"Sampai saat ini belum ada rencana peningkatan status. Kita masih menunggu kondisi di lapangan seperti apa," jelas Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fitriandy Kurniawan. (OL-15)
Meskipun modifikasi cuaca merupakan ikhtiar mitigasi yang penting, teknik ini bukanlah solusi permanen.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
KELURAHAN Cisarua di Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Jawa Barat, merupakan salah satu wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Data BMKG selama 16 tahun terakhir (2010–2025) juga memperlihatkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor yang sejalan dengan kenaikan suhu dan perubahan iklim.
Survei pascabencana yang dilakukan Pusat Koordinasi Nasional Mapala se-Indonesia bersama pegiat lingkungan menemukan ratusan titik longsor di kawasan hulu sungai Tapanuli Selatan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebut, tanah longsor tidak hanya semakin sering terjadi, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved