Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 45 siswa dari Sumbar dalam program Halo Beasiswa kembali diterima berkuliah di berbagai universitas ternama di 5 negara, yakni Turki, Tiongkok, Yaman, Mesir dan India.
Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi secara resmi melepas keberangkatan calon-calon pemimpin masa depan tersebut di Istana Gubernuran, Jl. Sudirman, Padang, kemarin.
Sebelumnya, pada 2021 lalu dikirim 14 orang putra putri dari Sumatera Barat (Sumbar) yang beruntung terpilih sebagai penerima beasiswa di tujuh universitas di Turki.
Gubernur Mahyeldi, mengucapkan selamat dan berpesan agar giat menimba ilmu di negeri orang dan harus mampu memaksimalkan potensi dan peluang yang ada untuk mencapai kesuksesan.
"Saya ucapkan selamat dan kita sangat bersyukur. Peluang beasiswa itu sangat besar dan quotanya terbuka luas. Giatlah belajar untuk mendapatkan prestasi terbaik. Ini suatu peluang bagus, bisa memiliki pergaulan dan wawasan internasional. Manfaatkan juga peluang-peluang
kerja yang ada untuk menambah pengalaman," kata Mahyeldi.
Gubernur Mahyeldi juga memotivasi dan mengingatkan para siswa agar tidak merasa rendah diri dan harus bangga sebagai orang Minangkabau yang banyak memiliki tokoh-tokoh nasional bahkan berkiprah di dunia internasional.
"Tunjukkan kelebihan kita sebagai orang Indonesia, dan orang Minangkabau khususnya, yang ramah dan memiliki kepedulian yang tinggi. Tunjukkan akhlak yang baik kepada orang. Artinya, jika orang luar negeri ingin tau seperti apa orang Indonesia, atau orang Sumbar itu, dilihatnya dari diri ananda sekalian," pesan Mahyeldi.
Melalui Dinas Pendidikan Sumbar, Gubernur juga mengatakan akan memberikan dukungan berupa bantuan tiket siswa berangkat ke negara tempatnya berkuliah. Khususnya bagi siswa yang kurang mampu serta belum mendapatkan bantuan dari pihak manapun.
Program beasiswa yang difasilitasi oleh lembaga Halo Beasiswa, ini merupakan hasil kerja keras para pemuda Sumbar alumni universitas luar negeri yang jumlahnya mencapai 3.000 lebih.
Tareq Albana, CEO Halo Beasiswa, didampingi pembina Halo Beasiswa Jen Zuldi, SH, kepada gubernur mengatakan ke 45 siswa, lulus dengan beragam seleksi seperti wawancara maupun nilai raport.
"Alhamdulillah setelah kita latih dan bimbing, tahun ini ada 45 siswa yang diterima di 5 negara. 15 orang diantaranya sudah berangkat ke Turki. Siswa ini berangkat dengan dana mandiri. Beberapa mendapat beasiswa tapi tidak penuh, hanya gratis kuliah dan asrama," ujar Tareq.
Lebih lanjut, menurut Tareq, saat ini peluang kuliah di luar negeri sangat terbuka luas. Kuota setiap negara untuk mahasiswa luar negeri sangat banyak. Di antaranya Yaman, india, Jordan dan Jepang Oleh sebab itu, menurut Tareq, pihaknya ingin menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan Sumbar untuk melatih siswa-siswi SMA maupun SMK di Sumbar untuk melatih bahasa asing.
Salah seorang siswa, Khatulistiwa M. Nur, yang diterima di Bursa University Turki, Jurusan Perdagangan dan Logistik, mengaku sangat senang bisa diterima di Turki. Ia juga memberi tips kepada siswa yang berminat.
"Bulatkan tekad untuk sekolah keluar negeri jauh dari orangtua serta yang terpenting menjaga nilai rapornya agar tetap bernilai bagus," kata Khatulistiwa. (OL-13)
BEASISWA pendidikan bertajuk online scholarship competition (OSC) yang diselenggarakan medcom.id kembali dibuka bagi seluruh siswa/siswa SMA/SMK di Tanah Air.
Ia juga berharap lebih banyak lagi beasiswa di bidang-bidang prioritas, antara lain pangan, energi, air, dan industri hilirisasi.
Apa saja lembaga yang menawarkan beasiswa ke luar negeri itu? Berikut rincian 27 lembaga yang menawarkan beasiswa D3/S1/S2/S3.
PT Hutama Karya (Persero) bekerja sama dengan UGM, untuk menyelenggarakan program beasiswa pendidikan lanjutan S2.
Lulusan SD sekitar 20 juta, sementara yang bisa masuk perguruan tinggi sekitar 500 ribu.
Beasiswa Perintis diutamakan bagi peserta dari keluarga tidak mampu yang memiliki semangat tinggi untuk kuliah.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved